NEWS
Avatar
×

Sebarkan artikel ini

Lentera di Balik Lumpur Banjir : Kisah Guru Rere Menembus Jalan Amblas Demi Pendidikan di Raranum

 

​Balangan. – Bagi Norhadiyati Apriyani, yang akrab disapa Rere, jalan menuju tempatnya mengabdi bukan sekadar aspal yang mulus. Menuju SD Kecil Raranum di RT 03 Desa Langkap, Kecamatan Tebing Tinggi, adalah sebuah perjalanan melintasi nyali. Terlebih setelah banjir besar baru-baru ini meluluhlantakkan satu-satunya akses menuju sekolah pelosok tersebut.

​Jembatan yang baru saja dibangun, harapan baru bagi warga anak desa Kaitan, kini tinggal kenangan setelah diterjang arus banjir yang beringas. Jalan yang dulu masih bisa dilewati dengan kendaraan kini , Selama dua hari diterjang banjir, desa itu terisolasi. Tanpa jembatan, warga dan Ibu Rere harus bertaruh kaki, berjalan menyisuri sisa-sisa jalan yang masih bisa dipijak.

​Tidak hanya jembatan, sepanjang 4 kilometer perjalanan, terdapat tiga titik jalan yang amblas dan rusak parah. Namun, bagi Rere, rintangan fisik itu bukan alasan untuk berhenti. Di ujung jalan yang rusak itu, ada tiga pasang mata murid yang menantinya.

​”Akses satu-satunya hancur. Kami sempat harus jalan kaki. Sekarang warga gotong royong memperbaiki seadanya agar tetap bisa lewat,” kenang Rere.

​Nama Rere sebenarnya bukan nama baru di dunia pendidikan Kalimantan Selatan. Pada November 2023 lalu, ia baru saja menyabet penghargaan pada ajang apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tingkat Provinsi. Ironis memang, seorang guru berprestasi tingkat provinsi harus bergelut dengan lumpur dan jalan amblas untuk mengajar di sekolah yang hanya memiliki tiga murid aktif.

​Meski jumlah muridnya sangat sedikit dengan tambahan dua murid baru yang tercatat, peran SD Kecil Raranum sangat krusial bagi 15 Kepala Keluarga yang tinggal di sana. Tanpa sekolah ini, anak-anak Raranum mungkin akan kehilangan hak dasar mereka untuk mengenyam pendidikan.

​Kini, setelah air surut, yang tersisa adalah kerusakan. Alat-alat penunjang belajar mengajar dan fasilitas sekolah turut terdampak. Harapan Rere kini sederhana namun mendalam: ia ingin pemerintah tidak menutup mata pada sekolah-sekolah kecil di tepian negeri.

​”Kami berharap ada bantuan dari dinas terkait, baik untuk siswa maupun guru yang terdampak banjir. Kami butuh perbaikan akses dan alat-alat sekolah yang rusak agar anak-anak bisa belajar dengan layak kembali,” tuturnya penuh harap.

​Perjuangan Ibu Rere adalah pengingat bahwa pendidikan bukan soal megahnya gedung, melainkan tentang ketulusan seorang guru yang tetap menyalakan lentera ilmu, bahkan saat jalannya terkikis banjir dan lumpur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

BREAKING NEWS: KPK Lagi Gelar OTT di Hulu…

NEWS

​TNI-Polri di Halong Kompak! “Ops Lilin Intan 2025″…

NEWS

Foto//Mahasiswa Univsm   Balangan. Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM)…

​Sabu “Nempel” di Lampu Motor, Dua Pemuda di Balangan Tak Berkutik Disergap Polisi! ​Balangan. (KATAKUNCI) – Nyali dua pemuda berinisial ITAM dan DAYAT menciut seketika. Niat mereka untuk kembali menikmati “serbuk kristal” haram harus kandas di tangan Sat Resnarkoba Polres Balangan pada Senin (23/02/2026) sore. ​Melalui gebrakan Operasi SIKAT INTAN 2026, polisi berhasil membongkar modus licik pelaku yang menyembunyikan narkotika jenis sabu di bagian tak terduga pada kendaraan mereka. ​Drama penangkapan ini bermula dari “nyanyian” warga yang resah dengan aktivitas kedua pelaku. Tim Sat Resnarkoba pun langsung bergerak melakukan profiling mendalam. ​Sekitar pukul 15.00 WITA, petugas mendapati target sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy di kawasan Kelurahan Batupiring. Saat mereka terlihat lengah dan menepi di pinggir jalan, petugas langsung melakukan penyergapan kilat. ​Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi melalu Kasi Humas AKP Ahmad Wiyono Djati menyampaikan Awalnya, pelaku mencoba bersikap tenang. Namun, ketelitian petugas membuahkan hasil. Dalam penggeledahan yang mendetail, polisi menemukan barang bukti yang disembunyikan dengan rapi: ​Satu paket sabu ditemukan dalam kondisi dilakban rapat pada kap depan motor, tepat di bawah lampu utama. ​Satu unit motor Honda Scoopy hitam dengan nomor polisi DA 2615 YR turut disita sebagai sarana kejahatan. ​ ​Saat diinterogasi di tempat, ITAM dan DAYAT tak bisa mengelak lagi. Mereka mengakui bahwa sabu tersebut adalah milik mereka yang rencananya akan digunakan kembali. ​”Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi penyalahgunaan narkoba di wilayah Balangan. Operasi Sikat Intan 2026 ini adalah bukti komitmen kami untuk menyapu bersih peredaran gelap narkotika,” tegasnya ​Kini, kedua pemuda tersebut harus mendekam di sel tahanan Mapolres Balangan. Polisi pun tengah melakukan pengembangan untuk melacak siapa “pemain besar” di balik pasokan sabu yang dikonsumsi kedua pelaku.*
NEWS

4