BALANGANBerita

Aplikasi SI MADU LEBAH dorong tata kelola pelaporan kemiskinan terpadu di Balangan

Avatar
×

Aplikasi SI MADU LEBAH dorong tata kelola pelaporan kemiskinan terpadu di Balangan

Sebarkan artikel ini
Bapperida Balangan saat menggelar rapat membahas aplikasi SI MADU LEBAH di aula setempat, Selasa (8/7/2025). KATAKUNCI/AH

Balangan (KATAKUNCI) – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan menggelar rapat implementasi aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Program Kegiatan Pengentasan Kemiskinan Terpadu Menuju Balangan yang Lebih Maju dan Sejahtera (SI MADU LEBAH) di Aula Bapperida setempat, Selasa (8/7).

“Rapat implementasi ini kita laksanakan sebagai tindaklanjut dari tahapan uji coba dan sosialisasi SI MADU LEBAH yang telah dijalankan sebelumnya,” kata Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Balangan Mochammad Sulistyono.

Sulistyono menerangkan, aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses pelaporan, pemantauan dan evaluasi kegiatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Balangan melalui sistem digital yang terintegrasi antar perangkat daerah.

Sulistyono menegaskan dengan adanya sistem ini, Bapperida dapat mengakses data capaian program kemiskinan secara real time dan menyusun analisis berbasis data yang lebih akurat.

Sulistyono menuturkan, kehadiran SI MADU LEBAH merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis data.

“Aplikasi ini bukan hanya alat pelaporan, tetapi juga instrumen pengambilan keputusan yang membantu pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan secara lebih terarah dan terukur,” ujarnya.

Diketahui pada rapat tersebut tim pengembang memaparkan alur penggunaan aplikasi, mulai dari proses input data kegiatan oleh masing-masing perangkat daerah hingga mekanisme validasi dan pelaporan otomatis.

Para peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan terkait fitur, kemudahan penggunaan, serta kendala teknis yang mungkin dihadapi di lapangan.

Hasil diskusi tersebut menjadi dasar bagi penyempurnaan aplikasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Perangkat Daerah, Operator dari perangkat daerah pelaksana program pengentasan kemiskinan dan tim pengembang aplikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *