BALANGANBeritaNEWS

“Bukan Lagi Genangan, Tapi Sudah Merendam Lantai!”: Komplek Balai Pangeran ‘Tenggelam’ Setinggi Lutut, Warga Tuntut Pertanggungjawaban Pengembang

Avatar
×

“Bukan Lagi Genangan, Tapi Sudah Merendam Lantai!”: Komplek Balai Pangeran ‘Tenggelam’ Setinggi Lutut, Warga Tuntut Pertanggungjawaban Pengembang

Sebarkan artikel ini

​Balangan (KATAKUNCI) – Puluhan rumah di Komplek Balai Pangeran, Kelurahan Batu Piring, Paringin Selatan, kembali terendam banjir parah usai diguyur hujan deras pada Rabu (3/12). Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa, dengan kerugian materiil yang signifikan menimpa warga.

​Bukan hanya genangan di jalan, air bah kali ini dilaporkan telah masuk dan merusak perabotan di dalam rumah, memicu kemarahan warga yang meyakini banjir berulang ini disebabkan oleh buruknya perencanaan infrastruktur air.

​Air merusak perabotan elektronik salah satu warga yang terdampak parah adalah Isti Rohayanti, yang juga merupakan seorang wartawan. Ia mengungkapkan kekecewaannya melihat rumahnya terendam hingga ketinggian lutut kaki.

​“Air masuk ke dalam rumah. Ini bukan lagi genangan di jalan, tapi sudah merendam lantai, karpet, bahkan merusak beberapa perabotan elektronik,” ujar Yanti kepada awak media di lokasi.

​“Kami tidak menyangka banjir bisa separah ini, padahal kami tinggal di perumahan yang seharusnya memiliki sistem drainase yang baik,” tambahnya.

​Kegagalan Drainase Jadi Sorotan Warga di Komplek Balai Pangeran secara tegas menolak anggapan bahwa banjir murni karena faktor curah hujan yang tinggi.

Mereka menuding masalah ini berakar pada kegagalan perencanaan pembangunan infrastruktur air di kawasan tersebut.

​Meskipun diklaim drainase sudah dibangun dan aliran sungai telah ditangani, luapan air tetap tak terbendung.

​“Gak tau lagi ini sumber airnya darimana, drainase sudah dibuat, aliran sungai juga sudah ditangani. Ini yang perlu diatasi sumber airnya, luapan air darimana, supaya setiap hujan deras tu airnya tidak menumpuk di satu tempat,” keluh seorang warga.

​Warga kini mempertanyakan efektivitas dan kapasitas sistem drainase yang ada, yang dinilai tidak mampu menampung luapan air hujan. Mereka berharap masalah ini segera menjadi perhatian serius dari pengelola perumahan untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *