BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Program SBI Batch 2 HST 2025 Ditutup, Capaian Kompetensi Guru & Siswa Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Daerah

Avatar
×

Program SBI Batch 2 HST 2025 Ditutup, Capaian Kompetensi Guru & Siswa Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini

Barabai, ( KATAKUNCI ) – Acara penutupan Program SBI Batch 2 HST 2025 mengakhiri enam bulan upaya kolaborasi untuk tingkatkan kompetensi Bahasa Inggris guru dan siswa, dengan capaian positif yang menjadi landasan pendidikan daerah menghadapi tantangan global.

Acara berlangsung di Pendopo Bupati HST pada Senin (15/12), dihadiri oleh pihak Pemerintah Kabupaten HST, Dinas Pendidikan HST, tim dari Britain English Education, serta seluruh peserta guru Program SBI Batch 2.

Acara ini bukan hanya penutupan formal, tapi juga ajang untuk menghargai upaya semua pihak dan mengumumkan langkah lanjutan program.

Pada acara tersebut, pihak penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih tulus kepada Pemerintah HST, Dinas Pendidikan, dan Britain English Education kolaborasi yang menjadi pijakan utama keberhasilan program pengimbasan SBI (berlangsung April-September 2025).

Juga diberikan apresiasi terbesar kepada 75 peserta guru, yang selama enam bulan menunjukkan komitmen tinggi: bahkan tanpa uang transportasi pada sebagian waktu program, mereka tetap hadir dan belajar dengan tekun.

Program SBI Batch 2 merupakan wujud komitmen Pemerintah HST untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah, penguasaan Bahasa Inggris dipandang sebagai kunci akses ilmu pengetahuan global dan peluang ekonomi yang lebih luas bagi generasi muda HST.

Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian yang membanggakan sebanyak 78,7% peserta guru meraih predikat Band 3 (Sangat Kompeten) pada ujian TKT Cambridge, 12% mencapai Band 2 (kompetensi dasar yang siap untuk penguatan), dan 9,3% menunjukkan progres belajar yang signifikan.

Di sisi siswa, prestasi terlihat melalui lomba Bahasa Inggris yang diikuti oleh anak-anak berprestasi bukti bahwa peningkatan kompetensi guru berdampak langsung pada kemampuan siswa. Keberhasilan ini didukung oleh empat pilar diantaranya dukungan kepala daerah, kemitraan profesional, kegigihan trainer lokal, dan semangat belajar peserta yang tidak mudah menyerah.

“Guru tidak perlu menunggu kesempurnaan grammar untuk mengajar Bahasa Inggris, karena keberanian berbicara (meskipun ada kesalahan) akan menjadi contoh baik bagi siswa,” ujar Mr. Simon, saat memberikan sambutan yang mewakili Britain English Education.

Mr. Simon juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, mengapresiasi capaian peserta yang semua lulus ujian A2 (sebagian menuju tingkat B1) dan trainer lokal Batch 1 yang menyelesaikan pelatihan di Australia.

Ia memberikan tips belajar Bahasa Inggris: membaca konten asli setiap hari dan mempelajari sinonim-antonim kata baru, serta menekankan pentingnya keberanian berbicara.

Akhirnya, pihak penyelenggara mengumumkan pembentukan Komunitas SBI (Sekolah Berbahasa Inggris) tempat bagi guru untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama setelah program berakhir, sebagai langkah untuk menjaga kelangsungan upaya meningkatkan pendidikan Bahasa Inggris di HST.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *