BALANGANBerita

Racikan ‘PERUT’ dari Awayan yang Memikat Juri Bailang, Komitmen Camat Membawa Pelayanan ke Pintu Rumah

Avatar
×

Racikan ‘PERUT’ dari Awayan yang Memikat Juri Bailang, Komitmen Camat Membawa Pelayanan ke Pintu Rumah

Sebarkan artikel ini

Foto//Hafiji, S.Ag dengan inovasi “PERUT” mendapatkan Juara II kategori Inovasi Kecamatan dalam ajang Bailang 2025

 

​Balangan (KATAKUNCI) – Terik matahari di Pasar Racah Mampulang Balida, Senin (15/12/2025), menjadi saksi bisu sebuah pencapaian membanggakan bagi warga Kecamatan Awayan. Di tengah keriuhan Marasa Bailang Fest 2025, sebuah nama disebut sebagai salah satu yang terbaik: Inovasi PERUT (Pendampingan Rutin).

​Bukan sekadar singkatan yang unik, “PERUT” adalah buah pikir dari Hafiji, S.Ag, seorang inovator yang ingin menjawab tantangan klasik birokrasi: Bagaimana memastikan program pemerintah tidak berhenti di atas kertas, tapi benar-benar sampai ke pintu rumah warga.

​Bagi jajaran Pemerintah Kecamatan Awayan, meraih Juara II kategori Inovasi Kecamatan dalam ajang Bailang 2025 bukan hanya soal piala atau uang pembinaan belasan juta rupiah. Ini adalah validasi atas kerja keras mereka dalam mengubah wajah pelayanan publik.

​”Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Inovasi PERUT kami hadirkan sebagai upaya pendampingan berkelanjutan,” ujar Plt. Camat Awayan, Murdiansyah, dengan nada penuh syukur usai menerima penghargaan.

​Murdiansyah menyadari bahwa di era sekarang, masyarakat tidak lagi hanya butuh janji, melainkan pendampingan. Melalui PERUT, Kecamatan Awayan memastikan setiap program pemerintah berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di desa-desa.

​Filosofi di balik inovasi ini sejalan dengan pesan Kepala Baperida Balangan, Rakhmadi Yusni. Menurutnya, inovasi di tingkat kecamatan adalah garda terdepan untuk mempermudah urusan rakyat.

​”Inovasi adalah keharusan untuk meningkatkan kinerja SKPD,” tegas Rakhmadi saat menyerahkan penghargaan.

​Inovasi PERUT membuktikan bahwa kantor kecamatan bukan lagi sekadar tempat mengurus administrasi yang kaku, melainkan motor penggerak perubahan yang adaptif. Dengan pendekatan pendampingan rutin, hambatan-hambatan di lapangan dapat dideteksi lebih dini dan dicarikan solusinya secara kolaboratif.

​Keberhasilan Hafiji dan tim Kecamatan Awayan di panggung Marasa Bailang Fest menjadi bahan bakar baru bagi aparatur kecamatan lainnya. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kreativitas tidak terbatas pada instansi besar di pusat kota, tapi justru tumbuh subur di tingkat kecamatan yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang solutif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Murdiansyah optimis.

​Kini, Kecamatan Awayan telah memasang standar baru. Juara II hanyalah sebuah langkah awal. Target besarnya tetap sama: Pelayanan yang lebih baik, lebih dekat, dan lebih nyata bagi warga Awayan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *