Foto//Direktur PDAM Balangan atau PT AMSB. Arie Widodo (istimewa)
Balangan (KATAKUNCI) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balangan Atau PT Air Minum Sanggam Balangan (AMSB) terus menunjukkan diri sebagai salah satu BUMD paling progresif. Setelah berhasil memutus rantai kerugian selama bertahun-tahun, perusahaan ini optimis akan kembali mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1 milar pada tutup buku tahun anggaran 2025.
Direktur PT AMSB, Arie Widodo menegaskan bahwa proyeksi laba Rp1 miliar di akhir 2025 ini didasarkan pada perhitungan kinerja operasional yang semakin efisien dan perluasan basis pelanggan.
”Kami optimis menutup tahun 2025 dengan laba bersih di angka Rp1 miliar. Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi kami dalam menjalankan manajemen yang sehat dan akuntabel. Kami ingin membuktikan bahwa perusahaan daerah bisa bangkit, mandiri, dan memberikan kontribusi nyata,” ujar Arie Widodo, kepada awak media, kamis(18/12)
Berdasarkan laporan kinerja terbaru, PT AM Sanggam Balangan membukukan laba bersih sebesar Rp2,81 miliar pada tahun 2023. Tren positif ini terus berlanjut hingga tahun 2024 dengan perolehan laba sebesar Rp1,66 miliar.
Arie Widodo, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam melakukan efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan.
”Ini adalah momentum bersejarah bagi kami. Setelah sekian lama mencatatkan kerugian, kerja keras seluruh tim dalam memperbaiki manajemen dan operasional mulai membuahkan hasil nyata. Kami tidak hanya mengejar profit, tapi memastikan bahwa setiap rupiah pendapatan diimbangi dengan efisiensi beban usaha,” ujar Arie Widodo.
Pertumbuhan pendapatan perusahaan menunjukkan grafik yang impresif. Dari posisi Rp22,79 miliar pada tahun 2020, pendapatan usaha melonjak drastis menjadi Rp30,84 miliar pada 2024.
Kontribusi utama berasal dari sektor pendapatan air sebesar Rp27,93 miliar, didukung oleh sektor non-air senilai Rp2,46 miliar, serta pendapatan lainnya sebesar Rp444 juta. Di sisi lain, manajemen berhasil menjaga beban usaha tetap terkendali di angka Rp29,17 miliar.
Selain mencetak laba, struktur neraca perusahaan juga mengalami penguatan yang signifikan. Nilai ekuitas perusahaan melompat tajam dari Rp81,2 miliar pada 2023 menjadi Rp186,7 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, total aset perusahaan kini mencapai Rp187,54 miliar.
Yang paling membanggakan, di tengah ekspansi aset tersebut, kewajiban atau hutang perusahaan justru berhasil ditekan hingga menyusut ke angka Rp837 juta.
”Penurunan kewajiban ini menunjukkan bahwa struktur keuangan kita jauh lebih sehat dan mandiri. Dengan aset yang terus tumbuh, kami memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan inovasi layanan dan pengembangan infrastruktur demi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Balangan,” tambah Arie.*











