BALANGANBeritaSEPUTAR KALSEL

Selebgram Fazar Bungas Resmi Tersangka, Dinkes Balangan Langsung Cek Risiko Penyakit Menular  

Avatar
×

Selebgram Fazar Bungas Resmi Tersangka, Dinkes Balangan Langsung Cek Risiko Penyakit Menular  

Sebarkan artikel ini

Foto//Kepala Bidang P2P Dinkes Balangan, Juhriadi, saat konferensi Prees Di Mapolres Balangan

Balangan. (KATAKUNCI) – Kasus video asusila yang menyeret selebgram populer asal Balangan, MF alias Fazar Bungas, memasuki babak baru. Tidak hanya berhadapan dengan hukum, tersangka kini berada di bawah pengawasan medis ketat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan.

​Menyusul penetapan status tersangka oleh Polres Balangan, Dinkes bergerak cepat melakukan rangkaian pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap Fazar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari prosedur tetap (Protap) penanganan kasus serupa.

​Kepala Bidang P2P Dinkes Balangan, Juhriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan screening terhadap beberapa penyakit berisiko tinggi.

​“Pemeriksaan meliputi rapid test Tuberkulosis, HIV/AIDS, hingga Hepatitis. Ini prosedur wajib, namun hasilnya masih bersifat rahasia untuk kepentingan penyelidikan,” tegas Juhriadi dalam konferensi pers, Senin (22/12).

​Dibalik hiruk-pikuk kasus ini, terselip fakta kesehatan yang mengejutkan. Dinkes Balangan mencatat adanya tren kenaikan kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut. Sejak 2023, tercatat sebanyak 53 warga Balangan positif HIV.

​Mirisnya, dari angka tersebut ada40 orang tengah berjuang menjalani pengobatan rutin (ARV), 13 orang dinyatakan meninggal dunia, Usia Produktif (25-40 tahun) menjadi kelompok yang paling banyak terpapar.

​Juhriadi menjelaskan bahwa penyebaran ini tidak memandang bulu, mulai dari kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL), ibu rumah tangga yang tertular pasangan, hingga balita yang terinfeksi sejak lahir.

​Menanggapi sentimen negatif publik, Dinkes Balangan mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat menghentikan stigma. Menurut mereka, menjauhi atau menghakimi pengidap justru akan membuat “fenomena gunung es” semakin parah karena penderita takut memeriksakan diri.

​“Kami ingin momentum ini jadi pengingat. Mari jaga kesehatan, lakukan deteksi dini, dan jangan beri stigma. Kesadaran masyarakat adalah kunci utama pencegahan,” tambah Juhriadi.

​Sementara itu, Polres Balangan masih terus mendalami kasus asusila sesama jenis yang viral sejak pertengahan Desember 2025 tersebut. Selain mengamankan Fazar dan satu tersangka lainnya, pihak kepolisian kini memfokuskan pengejaran terhadap aktor utama penyebar pertama video tersebut yang telah meresahkan warga Bumi Sanggam.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *