Batu Sopang (KATAKUNCI) – Seorang pekerja pendulangan F yang merupakan warga Desa Banua Binjai Kecamatan Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) tenggelam di Sungai Kandilo Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur yang jenazahnya berhasil ditemukan pada hari Jumat (13/2).
Kejadian terjadi pada hari Rabu (11/2) lalu sekitar pukul 17.30 WITA saat korban hendak kembali ke lokasi pondok setelah menyelesaikan aktivitas mendulang.
Saat itu, korban memilih menyeberangi sungai dengan cara berenang karena tidak ikut menyebrang bersama rekannya menggunakan perahu. Arus Sungai Kandilo pada saat kejadian terpantau cukup deras, sementara kondisi korban diduga sudah kelelahan setelah bekerja.
Saksi dengan inisial H yang berada di sekitar lokasi mendengar suara teriakan minta tolong dari korban.
“Saya melihatnya berusaha berenang tapi tampak kelelahan, kemudian saya segera mengambil perahu untuk menolong,” ungkap H.
Namun, mesin perahu yang digunakan tidak berfungsi sehingga harus menggunakan dayung, yang sangat sulit dilakukan akibat kekuatan arus sungai.
H menyaksikan korban teriak bantuan sebanyak tiga kali sebelum akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan. Rekan kerja korban yang mendapatkan informasi kejadian segera melakukan upaya pencarian awal dengan tiga buah perahu, namun hingga pukul 20.00 WITA pada hari yang sama tidak berhasil menemukan jejak korban.
Informasi kejadian segera menyebar dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak lokal. Polsek Batu Sopang, Koramil Batu Sopang, serta warga sekitar Desa Songka terlibat aktif dalam proses pencarian sejak malam hari kejadian.
Seluruh pihak bekerja sama secara terkoordinasi untuk mengidentifikasi area potensial di mana korban mungkin terdampar.
Sebagai tanggapan atas kejadian, Pembakal Desa Banua Binjai Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah bersama relawan Rescue Murakata dan BPBD Hulu Sungai Tengah segera bergerak menuju lokasi kejadian yang berada di provinsi tetangga. Rombongan tersebut melakukan perjalanan darat untuk bergabung dengan tim pencarian yang sudah ada.
Upaya yang dilakukan selama dua hari akhirnya membuahkan hasil. Pada hari Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 10.15 WITA, jenazah korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi. Setelah melalui proses identifikasi dan pemeriksaan awal, jenazah segera dibawa pulang ke rumah keluarga di Jalan Sarigading Desa Banua Binjai.
Pembakal Desa Banua Binjai, Adriansyah, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan pengantaran jenazah.
“Saya atas nama pribadi dan pemerintah desa Banua Binjai mengucapkan terimakasih kepada seluruh yang terlibat mulai dari pencarian hingga pengantaran kerumah duka di desa kami,” ucapnya saat ditemui di sela proses pemakaman.
Keluarga korban telah menerima jenazah dengan baik dan mengucapkan terima kasih atas seluruh bantuan yang diberikan. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan keselamatan saat berada di sekitar sungai, terutama bagi pekerja yang sering beraktivitas di wilayah perairan.











