BeritaOLAHRAGA

Warga Tabalong kecewa stadion mini dengan anggaran Rp11 miliar diduga mangkrak

Avatar
×

Warga Tabalong kecewa stadion mini dengan anggaran Rp11 miliar diduga mangkrak

Sebarkan artikel ini
Stadion Mini Kelua yang diduga mangkrak. KATAKUNCI/Syarif

Tabalong (KATAKUNCI) – Warga Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan kecewa pembangunan stadion mini untuk sepakbola yang menelan anggaran mencapai Rp11 miliar lebih diduga mangkrak.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Tabalong Wahyu Hidayat mengatakan bahwa memang total anggaran pembangunan stadion mini tersebut mencapai lebih dari Rp11 miliar.

“Pembangunan stadion mini ini mencapai Rp11 miliar lebih dengan rincian yaitu sekitar Rp7 miliar untuk pembangunan tribun dan Rp4,3 miliar untuk pengerjaan lapangan sepak bola,” kata Wahyu di Tabalong, Rabu.

Wahyu menyebutkan pada pengerjaan stadion tersebut juga terdapat adanya kekurangan terhadap pengerjaan lapangan stadion, dan pihaknya siap bertanggung jawab dan segera memerintahkan vendor untuk melakukan perbaikan.

Wahyu melanjutkan, perbaikan yang akan dilakukan nantinya yaitu mulai dari meratakan lapangan, membersihkan batu-batu, hingga pemupukan rumput agar lebih bagus dan subur.

Sementara terkait pembangunan tribun stadion yang menghabiskan anggaran sekitar Rp7 miliar, Wahyu menjelaskan proyek tersebut merupakan pekerjaan tahun 2020 sebelum dirinya menjabat sebagai Kabid Cipta Karya.

“Untuk pembangunan tribun itu dilaksanakan sebelum saya menjabat sebagai Kabid Cipta Karya, jadi saya tidak mengetahui secara detail proses pengerjaannya,” jelasnya.

Anak-anak SSB setempat saat sedang berlatih sepakbola di Stadion Mini Kelua yang diduga mangkrak, Rabu (13/5/2026). KATAKUNCI/Syarif

Sementara Pelatih Kepala Sekolah Sepak Bola AC Kalua Akhmad Syarif, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi stadion yang dinilai tidak sesuai harapan masyarakat.

“Penantian masyarakat Kalua selama puluhan tahun untuk memiliki stadion yang bagus justru berakhir mengecewakan, kami tetap menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas anggaran yang sudah digunakan,” ujar Syarif.

Syarif yang mewakili masyarakat Kelua mengaku kecewa dengan kondisi stadion yang dinilai belum sesuai ekspektasi, terutama pada bagian lapangan dan tribun.

Dia juga menegaskan masyarakat masih mempertanyakan proyek tribun mangkrak senilai Rp7 miliar yang dinilai bermasalah dalam proses perencanaan.

“Kami masyarakat Kalua tetap menuntut pertanggungjawaban pemerintah yang sudah menghambur-hamburkan uang pajak masyarakat sebesar Rp7 miliar untuk membangun tribun yang mangkrak karena salah dalam proses perencanaan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *