BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Cek Kesiapan Hewan Kurban: 800 Sapi Diperiksa, Bebas Penyakit Menular dan Layak Potong

Avatar
×

Cek Kesiapan Hewan Kurban: 800 Sapi Diperiksa, Bebas Penyakit Menular dan Layak Potong

Sebarkan artikel ini
Tim bidang peternakan dan kesehatan hewan dinas pertanian HST lakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang hari raya idul adha. Rabu (20/5/2026) di Barabai. KATAKUNCI / Dinas Pertanian HST

Barabai (KATAKUNCI ) – Tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah rampung melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik pedagang, memastikan seluruh ternak dalam kondisi prima, aman, dan memenuhi syarat syariat maupun kesehatan.

Penjelasan lengkap disampaikan drh Bayu Rakhmat Muslimin pada Rabu (20/5/2026) di Barabai, merangkum hasil pemantauan yang dilakukan sejak sebulan terakhir menjelang Hari Raya Idul Adha.

Berdasarkan data pendataan di lapangan, tercatat sekitar 800 ekor sapi telah diperiksa. Angka ini belum termasuk hewan yang dijual secara perorangan di kampung-kampung, sehingga jumlah stok diprediksi masih bertambah hingga hari pelaksanaan.

Pengecekan menyasar hampir seluruh wilayah kecamatan, mulai dari Labuan Amas Utara, Labuan Amas Selatan, Haruyan, Barabai, Hantakan, Batu Benawa, hingga Batang Alai Selatan. Hanya Kecamatan Batang Alai Timur yang tidak diperiksa karena tidak ada lokasi perdagangan.

Selain sapi, petugas juga mendapati pedagang menjual kerbau, kambing, dan domba. Namun, jenis sapi menjadi pilihan utama masyarakat setempat, dengan sapi putih dan sapi Bali menjadi dua jenis yang paling diminati dan menjadi ciri khas daerah ini.

Kondisi kesehatan secara umum dinyatakan baik. Ditemukan beberapa hewan mengalami kelelahan akibat perjalanan jauh dari luar kabupaten, namun penanganan medis langsung dilakukan sehingga kini kondisinya sudah pulih dan siap dijual.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada indikasi Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Gejala pincang atau sariawan yang ditemukan hanya pada hewan tertentu, disebabkan kelelahan dan perubahan pakan, bukan penyakit menular,” tegas drh Bayu.

HST dikenal sebagai salah satu pusat pasokan hewan ternak yang melayani kebutuhan hingga ke luar daerah, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Banjarbaru, dan wilayah tetangga lainnya, dengan pasokan utama bersumber dari daerah Balangan.

Bagi masyarakat awam yang ingin membeli, drh Bayu memberikan panduan mudah mengenali hewan yang sehat dan layak kurban. Syarat utamanya cukup umur ditandai gigi utama tumbuh satu hingga dua pasang, fisik utuh tanpa cacat, dan rambut terlihat cerah berkilau.

Ciri lain yang bisa diamati adalah hewan mau makan dengan lahap, lincah bergerak, tidak berliuran berlebih, tidak mengeluarkan cairan hidung atau mata, serta kotorannya berbentuk padat dan normal sesuai jenis ternaknya.

Kepada para pedagang dan peternak, pihaknya mengimbau agar selalu melaporkan lalu lintas hewan masuk, menjaga kebersihan kandang, serta mengisolasi ternak baru datang maupun yang sakit guna mencegah penularan penyakit.

Menjelang hari pemotongan, warga diharapkan memilih lokasi yang higienis, mengelola limbah darah dan kotoran di tempat khusus agar tidak mencemari sungai, serta menggunakan wadah bersih dan aman saat pembagian daging.

“Kami mengajak masyarakat aktif melaporkan jika menemukan hewan sakit atau masalah kesehatan, agar penanganan cepat dilakukan dan ketersediaan hewan kurban tetap aman serta berkualitas hingga hari H,” pungkas drh Bayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *