BeritaHUKUM

Pemerintah Bergerak, Jemaah Umrah Syakira Tour yang Terlantar di Jeddah Mulai Difasilitasi Pulang

Avatar
×

Pemerintah Bergerak, Jemaah Umrah Syakira Tour yang Terlantar di Jeddah Mulai Difasilitasi Pulang

Sebarkan artikel ini
Jamaah Syakira Tour sesudah dijemput pihak kemenhaj. KATAKUNCI / Mustadillah

Jeddah (KATAKUNCI) – Puluhan jemaah umrah Syakira Tour yang sempat terlantar di Jeddah akhirnya mendapat penanganan dari pemerintah setelah kondisi mereka menjadi sorotan publik melalui pemberitaan media.

Perkembangan tersebut disampaikan salah seorang jemaah, Mustadillah, pada sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 10.50 wita. “Sekitar pukul 11.00 waktu Jeddah Jumat (31/7/2026), kami berhasil menjalin komunikasi dengan Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, putra asli Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, yang kemudian menghubungkan mereka dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Sugiri.

Koordinasi tersebut langsung membuahkan hasil. Pemerintah memberikan fasilitas penginapan dan konsumsi kepada para jemaah yang sebelumnya telantar tanpa kepastian setelah pihak travel diduga tidak memenuhi kewajibannya untuk memulangkan mereka ke Indonesia.

Pada pukul 14.00 waktu Jeddah, petugas Kementerian Agama yang menangani urusan haji dan umrah menjemput seluruh jemaah. Mereka kemudian dibawa menuju Wisma atau Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah agar memperoleh perlindungan serta pelayanan selama menunggu proses pemulangan.

Setibanya di lokasi, seluruh kebutuhan dasar jemaah telah dipersiapkan oleh Kementerian Agama bersama KJRI Jeddah. Mulai dari tempat menginap, makanan, hingga pendampingan selama berada di Arab Saudi.

Di Kantor Urusan Haji, rombongan disambut anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, H. Bambang Heri Purnama. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penyelesaian persoalan yang dialami para jemaah.

Dalam silaturahmi itu, Bambang Heri Purnama menyatakan kesiapannya memfasilitasi kepulangan seluruh jemaah hingga tiba di Banjarmasin. Sejak pukul 18.00 waktu Makkah, stafnya langsung mengupayakan pencarian kursi penerbangan agar rombongan dapat dipulangkan secepat mungkin tanpa transit.

Selain membantu proses pemulangan, Bambang juga memberikan uang saku kepada para jemaah dan mengundang mereka makan malam bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang mereka alami selama beberapa hari terakhir.

Setiap jemaah dewasa menerima uang saku sebesar Rp1 juta, sedangkan anak-anak memperoleh Rp500 ribu. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan para jemaah hingga jadwal penerbangan dipastikan.

Dalam kesempatan itu, Bambang mengajak seluruh jemaah untuk tetap saling membantu dan mengambil hikmah dari musibah yang terjadi. Menurutnya, setiap persoalan dapat dilalui apabila sesama warga negara saling peduli dan bergotong royong.

“Kami bersyukur negara hadir membantu rakyatnya di mana pun berada. Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk media yang telah memberitakan kondisi kami sehingga pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan,” ujar Mustadillah.

Ia menambahkan, Kementerian Agama bersama KJRI Jeddah juga terus memenuhi kebutuhan para jemaah selama berada di Wisma Haji. Pendampingan tersebut dinilai memberikan ketenangan bagi para jemaah yang sebelumnya diliputi ketidakpastian.

“Insyaallah kami akan dipulangkan secara bertahap. Namun, Pak Bambang melalui stafnya terus mengupayakan agar seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air secara bersama-sama,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Syakira Tour belum menyampaikan pernyataan resmi maupun klarifikasi terkait penyebab keterlambatan kepulangan para jemaah serta tanggung jawab atas persoalan yang mereka alami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *