BeritaHUKUM

Hujan Es Guyur HST, Warga Barabai Terkejut Mendengar Suara Benturan di Atap Rumah

Avatar
×

Hujan Es Guyur HST, Warga Barabai Terkejut Mendengar Suara Benturan di Atap Rumah

Sebarkan artikel ini
Butiran es yang di dapat warga saat hujan melanda. KATAKUNCI / Ali Batara

Barabai (KATAKUNCI) – Hujan es mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026) malam. Fenomena tersebut mengejutkan warga karena disertai hujan lebat, angin kencang, dan petir.

Hujan berlangsung sekitar 30 hingga 45 menit. Butiran es yang jatuh diperkirakan berukuran 5 hingga 15 milimeter dan menghantam atap rumah warga.

Salah seorang warga Barabai, Akhliyah, mengaku terkejut saat mendengar suara benturan keras di atap rumahnya. Suara tersebut terdengar berbeda dari hujan biasa.

“Suara hujannya seperti kerikil yang dilemparkan ke atap rumah. Bunyi benturannya sangat nyaring dan berlangsung cukup lama,” ujar Akhliyah.

Awalnya, ia tidak mengetahui bahwa suara tersebut berasal dari butiran es. Setelah diperiksa, ternyata sejumlah butiran es jatuh dan mengenai atap rumahnya.

Fenomena tersebut juga menarik perhatian Ali, warga Ilung, yang menemukan butiran es saat hujan berlangsung. Ia mengaku sempat penasaran dengan rasa butiran es tersebut.

“Saya kira rasanya asin, ternyata tidak. Rasanya seperti es pada umumnya,” ungkap Ali.

Hujan es yang terjadi di sejumlah wilayah HST ini menjadi fenomena yang tidak biasa bagi warga. Selain menimbulkan suara benturan pada atap rumah, kemunculan butiran es juga membuat masyarakat terkejut.

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan es merupakan fenomena alam yang dapat terjadi di Indonesia, terutama ketika kondisi atmosfer tidak stabil.

Hujan es terbentuk melalui proses pertumbuhan awan konvektif yang kuat. Dalam kondisi tertentu, butiran air di dalam awan membeku dan membesar sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi.

Fenomena ini umumnya disertai hujan lebat, angin kencang, dan petir. Sebelum terjadi, kondisi cuaca biasanya ditandai dengan langit yang menggelap, angin mendadak kencang, serta suhu udara yang terasa lebih dingin.

Meski berlangsung singkat, hujan es berpotensi menimbulkan kerusakan pada atap rumah dan tanaman pertanian. Butiran es yang jatuh juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan keselamatan warga yang berada di luar ruangan.

BMKG menjelaskan bahwa hujan es merupakan bagian dari dinamika cuaca di wilayah tropis dan dapat diterangkan secara ilmiah. Fenomena ini tidak selalu menandakan terjadinya bencana besar, tetapi tetap perlu diwaspadai.

Masyarakat diimbau memperhatikan perubahan cuaca, terutama ketika muncul tanda-tanda seperti langit gelap, angin kencang, dan hujan lebat. Warga juga disarankan segera mencari tempat berlindung yang aman saat kondisi tersebut terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *