Barabai (KATAKUNCI) – Suasana tenang malam hari di Desa Durian Gantang dan Desa Cukan Lipai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berubah menjadi kepanikan saat kebakaran melanda dua desa tersebut pada Senin (3/11) dini hari.
Kobaran api pertama kali terlihat di Desa Cukan Lipai, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), sekitar pukul 01.30 WITA. Selang beberapa saat, api kembali berkobar di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), pada pukul 02.00 WITA. Warga yang tengah terlelap sontak terbangun dan berhamburan keluar rumah.
Dalam peristiwa nahas itu, tiga rumah kayu ludes dilalap si jago merah. Dua rumah di Desa Durian Gantang dan satu rumah di Desa Cukan Lipai rata dengan tanah, meninggalkan puing dan kenangan pahit bagi pemiliknya. Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat warga kesulitan memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, seorang pemilik rumah di Desa Cukan Lipai, Kecamatan BAS, mengalami luka bakar di tangan dan segera mendapatkan perawatan medis di lokasi kejadian.
Kerugian materiel diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, termasuk dokumen-dokumen penting yang ikut musnah.
Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Apandi, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Fitriadinor, menjelaskan bahwa tiga bangunan yang terbakar dihuni oleh dua kepala keluarga.
“Di Desa Durian Gantang, dua rumah terbakar, satu milik M. Rasyid dan satunya kosong. Sementara di Desa Cukan Lipai, rumah yang terbakar adalah milik Hasrani,” jelasnya.
BPBD HST mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Pastikan instalasi listrik aman dan hindari aktivitas yang dapat memicu timbulnya api,” pesan Fitriadinor, mengingatkan pentingnya pencegahan.











