Foto// Iptu Paisal Kadafi, S.H., M.H., Kasat Intelkam Polres Balangan yang dikenal luas sebagai sosok peduli akan sektor Perkebunan
Balangan (KATAKUNCI) – Di bawah langit sore Kabupaten Balangan, deru mesin traktor memecah keheningan. Di balik kemudinya, seorang pria bertopi caping tampak cekatan membelah tanah, menyiapkan bedengan demi bedengan. Pria itu bukan petani biasa. Ia adalah Iptu Paisal Kadafi, S.H., M.H., Kasat Intelkam Polres Balangan yang kini dikenal luas sebagai sosok “Polisi Jagung” di daerahnya.
Bagi Paisal, selepas menanggalkan seragam cokelatnya, kebun jagung adalah medan pengabdian berikutnya. Ia tak canggung berpeluh, mendorong alat tanam, hingga memanggul karung pupuk.
Bagi banyak orang, jabatan mentereng sering kali mendatangkan sekat dengan debu jalanan. Namun tidak bagi Paisal. Baginya, pangkat di pundak adalah amanah yang ada masanya, sementara pengabdian kepada bumi adalah panggilan jiwa.
“Pangkat hanyalah titipan,” ujarnya dengan senyum tipis saat ditemui di sela kegiatannya, Minggu(30/12/2025). Kalimat sederhana itu menjadi jangkar yang menjaganya tetap membumi. Selepas menanggalkan seragam dinasnya, Paisal bertransformasi menjadi petani tulen yang tak canggung berkubang lumpur.
Lahan di dekat kediamannya kini menjadi “supermarket” alami. Mulai dari singkong, terong, tomat, lombok, hingga semangka tumbuh subur di sana. Namun, apa yang ia tanam bukan sekadar komoditas ekonomi.
Jejak inspirasinya dimulai saat pandemi Covid-19 melanda 2019 silam. Kala itu, saat menjabat sebagai Kapolsek Juai, ia melihat banyak warga kehilangan arah karena pembatasan aktivitas. Paisal tak tinggal diam. Ia melihat hamparan “lahan tidur” yang luas sebagai jawaban.
Ia meminjam lahan warga, mengajak mereka berkeringat bersama, dan menanam cabai serta terong. Hasilnya? Panen melimpah yang memicu warga desa sekitar untuk bangkit dan membuka lahan pertanian mereka sendiri.
Visi Paisal melampaui pagar kebunnya. Ia melihat peluang besar dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Baginya, petani Balangan harus siap menjadi penyokong kebutuhan pangan bagi ibu kota baru tersebut.
Namun, ia paham bahwa bertani bukan sekadar menebar benih. “Permasalahan tani itu dinamis,” cetusnya. Itulah mengapa ia tak pelit ilmu. Ia membangun komunikasi, berbagi teknik mengatasi penyakit tanaman, hingga strategi penjualan hasil panen kepada para kelompok tani.
Ada kebahagiaan lain yang dicari Paisal selain hasil timbangan tengkulak. Sering kali, hasil buminya tidak sampai ke pasar, melainkan berakhir di meja dapur tetangga, rekan sejawat, atau tamu yang singgah ke rumahnya. Ia membagikannya secara cuma-cuma sebagai bentuk rasa syukur.
“Ini bukan sekadar hobi, tapi upaya meningkatkan ketahanan pangan yang digelorakan pemerintah,” pungkasnya.
Langkah inspiratif Iptu Paisal bukan sekadar aksi individu. Keberhasilannya mengelola lahan pertanian dan memberdayakan masyarakat merupakan bagian dari visi besar Polres Balangan dalam mendukung agenda nasional.
Di bawah kepemimpinan dan dukungan Kapolres Balangan, institusi kepolisian di daerah ini tidak hanya fokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), tetapi juga terjun langsung menjadi motor penggerak ekonomi. Kapolres memberikan ruang dan dukungan bagi anggotanya untuk berinovasi, memastikan bahwa kehadiran Polri dirasakan manfaatnya secara nyata di dapur-dapur masyarakat.
Aksi nyata Iptu Paisal ini menjadi pengejawantahan dari program Asta Cita Presiden RI. Fokus pemerintah pusat pada swasembada pangan dan kemandirian bangsa disambut cepat oleh jajaran Polres Balangan.
“Ini bukan sekadar hobi, tapi upaya nyata mendukung ketahanan pangan yang digelorakan pemerintah,” ungkap Paisal. Melalui pendampingan dari Kapolres, inisiatif ini bertransformasi menjadi program percontohan yang menunjukkan bahwa Polri adalah mitra strategis petani dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa.
Bupati Balangan, H. Abdul Hadi, pun tak segan melempar pujian. Baginya, Iptu Paisal adalah guru lapangan yang nyata. Ia membuktikan bahwa seorang anggota Polri bisa menjadi katalisator ekonomi rakyat tanpa sedikit pun meninggalkan kewajibannya menjaga keamanan negara.
Di bawah langit Balangan, Iptu Paisal Kadafi telah menuliskan definisi baru tentang pengabdian: bahwa menjaga keamanan negara bisa dimulai dari memastikan piring-piring rakyatnya terisi penuh oleh hasil bumi sendiri.*











