foto//Bupati Balangan H Abdul Hadi ( :istimewq)
Balangan. – Pemerintah Kabupaten Balangan memberikan kabar menyejukkan di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi akhir tahun 2025 lalu.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan data teknis, dipastikan bahwa ekosistem hulu sungai di wilayah Balangan masih terjaga dengan baik dan penyebab banjir murni merupakan fenomena alam akibat cuaca ekstrem.
Bupati Balangan, Abdul Hadi, menegaskan bahwa spekulasi mengenai aktivitas industri sebagai penyebab banjir tidaklah terbukti.
“Kami telah memantau langsung. Di titik-titik lokasi terdampak, tidak terdapat aktivitas perkebunan sawit maupun pertambangan. Ini menunjukkan bahwa kawasan hulu dan hutan kita masih berfungsi sebagaimana mestinya, namun kali ini memang harus menghadapi tantangan cuaca yang sangat luar biasa,” Terang Abdul Hadi.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, memperkuat pernyataan tersebut dengan data dari BMKG Kalimantan Selatan. Ia menjelaskan bahwa alam Balangan telah bekerja keras menyerap air, namun volume hujan yang turun berada di luar batas normal.
Ini dibuktikan dengan Volume Luar Biasa dimana Curah hujan yang biasanya jatuh dalam waktu 15 hari, tumpah sekaligus hanya dalam satu malam.
Selain itu Kesaksian warga dan temuan lapangan menunjukkan tidak ada material kayu besar yang terbawa arus. Hal ini menjadi bukti otentik bahwa tidak ada praktik penebangan hutan (deforestasi) di wilayah hulu.
”Jika hutan kita rusak, yang datang adalah kayu-kayu log. Namun yang kita lihat adalah murni kekuatan air akibat curah hujan ekstrem. Ini bukti hutan kita masih berdiri tegak,” ungkap Rahmi, Jum’at,(16/01)
Menanggapi peristiwa ini, Pemkab Balangan bergerak cepat bukan hanya dengan memberikan bantuan darurat, tetapi juga merancang solusi permanen demi keamanan warga. Langkah relokasi warga di bantaran sungai ke zona yang lebih aman menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan masyarakat di masa depan.
Saat ini, kondisi mulai kondusif dan akses jalan telah kembali normal. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak berdasar, sembari terus menjaga kelestarian alam Meratus yang menjadi kebanggaan Bumi Sanggam.*











