BeritaHUKUMHULU SUNGAI TENGAH

Bocah 7 tahun ditemukan meninggal di sungai Jatuh HST

Avatar
×

Bocah 7 tahun ditemukan meninggal di sungai Jatuh HST

Sebarkan artikel ini

Barabai (KATAKUNCI) – Suasana duka menyelimuti Desa Banua Batung dan Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan Hulu Sungai Tengah, setelah seorang bocah berusia tujuh tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai Desa Jatuh.

Minggu (2/11) pagi, Muhammad Rafardan Atala, seorang pelajar dari Desa Banua Batung, dilaporkan hilang saat bermain di tepi sungai bersama saudara dan teman-temannya di wilayah Desa Jatuh.

Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Apandi, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Fitriadinoor mengkonfirmasi kejadian nahas ini.

Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, saudara korban meminta Rafardan untuk tetap berada di tepi sungai. Namun, saudara dan teman-temannya kemudian mandi di sungai, meninggalkan Rafardan sendirian.

“Saat mereka kembali, korban sudah tidak ada. Awalnya dikira pulang, tetapi ternyata tidak ada. Orang tua korban menemukan sandal dan sepeda korban di sekitar lokasi,” jelas Fitriadinoor.

Keluarga dan warga setempat segera melakukan pencarian mandiri. Setelah upaya awal tidak membuahkan hasil, aparat desa menghubungi tim BPBD dan relawan untuk membantu pencarian sekitar pukul 12.30 Wita. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD HST, TNI, Polri, Tagana, pemerintah desa, dan relawan segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Tak lama berselang, sekitar pukul 12.45 Wita, korban ditemukan di dalam sungai, tepat di bawah jembatan penyeberangan warga dengan kedalaman sekitar dua meter.

“Ayah korban yang pertama kali mengangkat tubuh anaknya dari dalam sungai,” ujar seorang relawan BPBD HST M Rizky.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit H. Damanhuri Barabai untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, nyawa Muhammad Rafardan Atala tidak dapat diselamatkan.

BPBD HST mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar sungai tanpa pengawasan, terutama saat musim penghujan dengan arus air yang lebih deras. Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *