BALANGANBeritaKesehatanSEPUTAR KALSEL

Bupati H Abdul Hadi Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Perilaku yang Menyimpang dari Norma Banua

Avatar
×

Bupati H Abdul Hadi Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Perilaku yang Menyimpang dari Norma Banua

Sebarkan artikel ini

FOTO//Bupati Balangan H Abdul Hadi (Istimewa)

 

Balangan (KATAKUNCI) – Bupati Balangan H. Abdul Hadi mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat menyikapi maraknya fenomena penyimpangan perilaku seksual yang mulai meresahkan.

Orang nomor satu di Bumi Sanggam ini meminta orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak agar tidak terpengaruh paham dan perilaku LGBT.

​Bupati menegaskan bahwa menjaga generasi muda dari pengaruh penyimpangan sosial bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif dimulai dari lingkungan keluarga.

​Bupati Balangan menghimbau agar masyarakat tidak lengah terhadap perubahan perilaku anak-anak mereka. Menurutnya, paham-paham yang tidak sesuai dengan norma agama dan adat istiadat Banua bisa masuk dengan mudah melalui pergaulan maupun konten di media sosial.

​”Saya meminta kepada seluruh orang tua di Balangan, jaga anak-anak kita. Perhatikan siapa teman mereka dan apa yang mereka akses di gadget. Jangan sampai mereka terpengaruh paham LGBT yang jelas-jelas menyimpang dari nilai-nilai luhur kita,” ujar Bupati kepada Katakunci, Rabu (24/12)

​Beliau menambahkan bahwa perilaku asusila bukan hanya soal pelanggaran norma, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan daerah dan kesehatan masyarakat, terutama terkait risiko penularan penyakit menular seksual.

​Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) akan segera terjun ke lapangan.

​Bupati telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penyuluhan secara masif dan berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di tingkat desa.

​”Pemkab Balangan tidak akan tinggal diam. Lewat dinas terkait, kita akan gencarkan edukasi dan penyuluhan. Kita berikan pemahaman kepada remaja tentang bahaya penyimpangan perilaku ini dari sisi kesehatan, psikologis, maupun hukum,” tegasnya.

​Langkah Bupati ini selaras dengan sikap tegas organisasi pers di Balangan yang sebelumnya telah berkomitmen membatasi ruang publik bagi aktivitas LGBT. Dengan adanya sinergi antara kebijakan pemerintah, pengawasan orang tua, dan kontrol sosial dari media, diharapkan Balangan tetap menjadi daerah yang religius dan bermartabat.

​”Mari kita bersama-sama menjaga marwah Kabupaten Balangan sebagai Bumi Sanggam. Lindungi generasi penerus kita agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berakhlak mulia, dan sesuai dengan fitrahnya,” pungkas Bupati.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *