Barabai, ( KATAKUNCI ) – Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai penyakit difteri yang dapat menyerang segala kelompok usia dan berisiko menyebabkan komplikasi berat hingga kematian.
Kegiatan penyuluhan dan pemberitahuan terkait bahaya difteri digelar secara bertahap mulai bulan Januari 2026, dengan informasi resmi disampaikan Selasa (20/1/2026) oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Muallim, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Desfi Delfiana Fahmi. Penyebaran informasi dilakukan melalui berbagai saluran termasuk posyandu, puskesmas, dan media lokal untuk menjangkau seluruh wilayah kabupaten.
Penyakit ini menular dengan cepat melalui percikan ludah saat batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui penggunaan alat makan dan minum secara bersama. Perilaku berbagi barang pribadi yang kontak dengan mulut menjadi faktor risiko utama penularan antarindividu.
“Penularannya cepat, jadi kebiasaan berbagi alat makan harus dihindari. Kalau ada yang sakit tenggorokan tidak biasa, jangan disepelekan,” tegas Muallim dalam kesempatan tersebut.
Gejala utama difteri meliputi nyeri saat menelan, kondisi demam atau tanpa demam, munculnya selaput putih pada bagian dalam tenggorokan, serta pembengkakan pada area leher. Tanda-tanda tersebut seringkali salah dianggap sebagai penyakit tenggorokan biasa, sehingga diperlukan kesadaran untuk segera mencari bantuan medis.
Masyarakat yang menemukan gejala serupa pada diri atau keluarga diminta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau rumah sakit. Petugas kesehatan siap melakukan pemeriksaan cepat dan memberikan penanganan sesuai protokol untuk mencegah perkembangan kondisi lebih lanjut.
Langkah pencegahan paling efektif adalah melengkapi jadwal imunisasi sesuai anjuran pemerintah. Program imunisasi mencakup DPT-HB-Hib untuk bayi dan balita, suntikan DT untuk anak sekolah dasar, serta vaksin Td bagi remaja dan wanita usia subur.
“Imunisasi ini penting untuk mencegah penularan dan dampak berat difteri. Silakan datang ke puskesmas, semua sudah tersedia,” tambahnya untuk mendorong partisipasi masyarakat.
Selain imunisasi, protokol kesehatan dasar perlu diterapkan secara konsisten seperti mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau berinteraksi dengan orang sakit, serta membatasi kontak fisik dengan individu yang menunjukkan gejala penyakit.
Warga yang memiliki riwayat kontak langsung dengan penderita difteri diwajibkan mengikuti instruksi petugas kesehatan, termasuk konsumsi antibiotik sesuai dosis dan durasi yang ditentukan, isolasi sementara, serta pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.
Dinkes HST berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat membangun sistem perlindungan yang kuat, sehingga penyebaran difteri di wilayah Hulu Sungai Tengah dapat dicegah secara menyeluruh dan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.











