Foto// meski sedang Hamil dr. Vina Yulianor Abdi Ketua Bhayangkari Polres Balangan turun kelokasi bantu meringankan warga korban Banjir
Balangan– Ada beban yang terasa lebih berat di langkah kaki Ny. dr. Vina Yulianor Abdi siang itu. Bukan sekadar karena jalanan Kecamatan Tebing Tinggi yang masih licin tertutup lumpur sisa banjir bandang, melainkan karena ada kehidupan lain yang sedang tumbuh dalam rahimnya. Namun, bagi istri Kapolres Balangan ini, detak jantung sang buah hati justru menjadi penyemangat untuk melangkah lebih jauh.
Sabtu dini hari, 27 Desember 2025, menjadi memori kelam bagi warga Halong dan Tebing Tinggi saat air bah menerjang tanpa permisi. Bagi dr. Vina, mendengar kabar tersebut bukan hanya soal menerima laporan bencana, tapi soal panggilan naluri seorang ibu.
Mengenakan seragam merah muda kebanggaan Bhayangkari, dr. Vina hadir di tengah kerumunan warga. Di bawah terik matahari Kalimantan yang mulai menyengat pasca-hujan, ia tak nampak risau dengan kondisinya yang sedang mengandung. Sesekali ia mengusap perutnya, seolah membisikkan pesan kepada sang calon bayi bahwa perjalanan mereka hari ini adalah tentang belajar mencintai sesama.
”Ada rasa lelah, itu manusiawi. Tapi melihat senyum warga yang mulai muncul meski rumah mereka baru saja terendam, rasa lelah itu rasanya tidak ada artinya,” ucap dr. Vina dengan nada suara yang lembut namun tegas.
Ia tidak berdiri di belakang meja penyerahan bantuan. Ia memilih masuk ke gang-gang sempit, mendekati para lansia, dan memeluk pundak ibu-ibu yang masih nampak lesu. Sebagai seorang dokter, dr. Vina tahu betul bahwa setelah bencana, yang paling terluka seringkali bukan hanya bangunan, melainkan batin para korbannya.
Tampak ia berkali-kali membungkuk, menyetarakan tinggi badannya dengan warga yang sedang duduk di depan rumah, mendengarkan kisah mereka dengan tatapan mata yang tulus. Kehadirannya tidak terasa seperti kunjungan pejabat, melainkan seperti kunjungan seorang anak kepada orang tuanya, atau seorang sahabat karib yang datang membawa pelipur lara.
Bagi warga Balangan, melihat sosok ketua Bhayangkari yang tetap terjun langsung di tengah kehamilannya adalah sebuah pemandangan yang menyentuh. Ada keteguhan yang terpancar di sana, sebuah pesan tak terucap bahwa kepedulian tidak mengenal kata ‘istirahat’, bahkan saat kondisi fisik menuntut kenyamanan.
Perjalanan hari itu berakhir dengan pelukan hangat dan doa-doa yang dibisikkan warga untuk kesehatan sang dokter dan calon bayinya. dr. Vina pulang dengan pakaian yang mungkin sedikit kotor oleh sisa banjir, namun dengan hati yang penuh.
Ia membuktikan bahwa menjadi seorang pemimpin dan seorang ibu adalah tentang satu hal yang sama: kemampuan untuk mencintai tanpa syarat. Di sisa-sisa air bah Balangan, dr. Vina tidak hanya mengantar bantuan, ia meninggalkan jejak kasih yang akan diingat lama oleh warga Tebing Tinggi dan Halong.*











