Balangan (KATAKUNCI) – Di sebuah sudut Desa Kapul, Kecamatan Halong, puluhan tahun silam, seorang anak laki-laki tumbuh dalam kesederhanaan. Ia belajar tentang arti kerja keras dari ibundanya yang seorang pedagang dan pengabdian dari ayahnya yang seorang abdi negara. Tak ada yang menyangka, bocah yang dulunya bermain di tepian sungai Balangan itu kini menjadi sosok yang mengubah wajah Bumi Sanggam menjadi salah satu kabupaten paling inovatif di Indonesia.
Ia adalah H. Abdul Hadi. Kini, di periode kedua kepemimpinannya, ia membuktikan bahwa menjadi pemimpin daerah bukan sekadar tentang jabatan, melainkan tentang keberanian untuk membawa perubahan nyata.
Desember 2025 menjadi bulan yang bersejarah bagi Balangan. Di panggung megah Innovative Government Award (IGA) di Jakarta, nama Balangan bergema sebagai Kabupaten Terinovatif dengan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tertinggi Nasional.
Bagi Abdul Hadi, penghargaan ini bukan sekadar hiasan dinding di kantor bupati. Ini adalah hasil dari perintah “wajib inovasi” yang ia tanamkan ke setiap SKPD hingga tingkat kecamatan.
”Alhamdulillah, kita sekarang sudah menempel ketat Banyuwangi, daerah yang selama ini jadi mentor kita. Inovasi ini bukan untuk pamer, tapi agar pelayanan kepada masyarakat makin cepat dan mudah,” tuturnya dengan nada rendah hati yang menjadi ciri khasnya.
Keberhasilan ini tidak diraih sendirian. Abdul Hadi adalah pemimpin yang tahu cara berkolaborasi. Di periode pertama, ia menggandeng H. Supiani untuk meletakkan pondasi pembangunan. Kini, di periode kedua, langkahnya semakin mantap bersama H. Akhmad Fauzi.
Di tengah tantangan ekonomi nasional, duet Abdul Hadi-Fauzi melakukan langkah berani: melakukan efisiensi anggaran tanpa memotong program prioritas rakyat. Hasilnya? Pembangunan infrastruktur tetap berjalan kencang, dan laporan keuangan daerah kembali meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI.
Visi Abdul Hadi melampaui pembangunan fisik. Ia percaya bahwa masa depan Balangan ada pada kualitas manusianya. Lewat program 1.000 Sarjana, ia mengirimkan anak-anak muda Balangan kuliah di berbagai perguruan tinggi, bahkan hingga ke Hadramaut, Tarim.
Kepeduliannya pada sektor sosial juga membuahkan hasil manis di tahun 2025:
Di Sektor Kesehatan: Balangan sukses meraih status Eliminasi Malaria dan penghargaan Swasti Saba Kabupaten Sehat.
Perlindungan Anak: Meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) Nindya, memastikan anak-anak di Balangan tumbuh di lingkungan yang aman dan mendukung.
Pendidikan: Meraih PGM Award 2025 sebagai bentuk kepeduliannya pada profesionalitas guru madrasah.
Di balik sederet penghargaan sebagai Kepala Daerah Peduli Layanan Publik dan keterbukaan informasi, Abdul Hadi tetaplah sosok “Urang Banua” yang santun.
Dukungan dari sang istri, Hj. Sri Huriyati, dan ketiga buah hatinya menjadi jangkar yang menjaganya tetap membumi di tengah hiruk-pikuk kekuasaan.
Ia telah bertransformasi dari seorang kontraktor menjadi seorang arsitek kebijakan yang handal. Di tangannya, Balangan tidak lagi dipandang sebelah mata. Dari predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) hingga juara umum Karang Taruna tingkat provinsi, Balangan kini berdiri tegak di posisi terdepan.
Perjalanan H. Abdul Hadi adalah bukti bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah penghalang untuk bermimpi besar bagi tanah kelahiran. Dari Desa Kapul menuju puncak inovasi nasional, ia telah membayar tuntas kepercayaan masyarakat Balangan.
Kini, di bawah nakhodanya, Balangan bukan hanya tempat untuk pulang, tapi tempat untuk menaruh harapan tentang masa depan yang lebih cerah, lebih bersih, dan jauh lebih inovatif.*











