Balangan (KATAKUNCI) – Sebuah Inovasi dari Puskesmas Paringin Siswa-Siswi Pencari Jentik dan Memberantas Sarang Nyamuk (Si Cantik Mengamuk) mampu mengendalikan penyebaran penyakit menular Demam Berdarah Dengue (DBD) khususnya pada lingkungan pelajar di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
“Kita sangat berharap program kegiatan ini dapat terus berjalan, agar bisa menekan ataupun menurunkan kasus DBD dan dapat ditiru sekolahan lainnya,” kata Santy Ermasari Inisiator dari inovasi tersebut di Balangan, Minggu (8/3).
Santy menjelaskan latar belakang dari inovasi tersebut adalah berkaitan dengan penyakit DBD yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
Santy menuturkan, saat ini penyakit DBD masih menjadi persoalan di Indonesia karena angka morbiditas DBD yang masih tidak sesuai dengan target pemerintah.
Oleh karena itu ujar Santy, sekolah-sekolah menjadi perpanjangan tangan keluarga dalam dalam meletakkan perilaku kehidupan selanjutnya dan termasuk perilaku kesehatan.
Selain itu petugas Puskesmas Paringin ini menyebutkan, pada tahun 2023 lalu ada 27 kasus DBD yang di antaranya ada sembilan kasus pada anak sekolah. Maka muncul lah ide untuk membuat inovasi tersebut.
Menurut Santy tantangan yang dihadapi terkait program ini dalam pelaksanaannya adalah seperti cuaca atau banjir, komitmen dengan siswa serta peran serta dari sekolah yang bersangkutan.

“Alhamdulillah dengan adanya program ini, tahun 2024 sudah dapat menekan empat dari sembilan kasus pada tahun 2023 yang berjumlah sembilan kasus,” ujar Santy.
Terakhir Santy menambahkan, pada tahun 2025 lalu kasus DBD pada anak sekolah tidak ditemukan lagi dan sekolah-sekolah sudah melakukan perilaku hidup bersih dan sehat serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang terjadwal.











