Balangan (KATAKUNCI) – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan bereaksi keras menyikapi maraknya fenomena asusila sesama jenis yang viral dan mencoreng nama baik daerah.
Wakil Ketua DPRD Balangan, Saiful Arif, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus memberikan peringatan tegas bahwa perilaku menyimpang adalah ancaman nyata bagi tatanan sosial di Kabupaten Balangan.
Menurut Saiful Arif, viralnya kasus asusila tersebut bukan sekadar isu media sosial biasa, melainkan sebuah sinyal darurat moral yang harus segera dipadamkan agar tidak merusak mental generasi penerus.
Saiful Arif menegaskan bahwa DPRD Balangan berdiri teguh di atas nilai-nilai agama dan adat istiadat Banua yang menjunjung tinggi kesusilaan. Ia mengutuk keras segala bentuk tindakan yang berpotensi menjadi ajang normalisasi terhadap paham LGBT di tengah masyarakat.
”Ini adalah tamparan bagi kita semua. Sebagai wakil rakyat, saya menyatakan prihatin sekaligus mengecam keras adanya perilaku menyimpang yang dipamerkan di ruang publik. Jangan sampai hal ini dianggap biasa oleh anak-anak kita. Ini jelas menyalahi kodrat dan melanggar norma agama kita,” tegas Saiful Arif saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/12/2025).
Ia menambahkan, dampak dari perilaku ini bukan hanya soal sanksi sosial, tetapi juga ancaman kesehatan serius seperti risiko penularan HIV/AIDS yang sangat tinggi di lingkungan penyimpangan seksual.
Tak hanya sekadar prihatin, Saiful Arif meminta Pemerintah Kabupaten Balangan tidak hanya memberikan imbauan di atas kertas, tetapi segera melakukan tindakan preventif yang masif melalui dinas terkait.
”DPRD meminta pemerintah daerah agar segera menggerakkan Dinas terkait untuk melakukan penyuluhan terpadu. Kita harus jemput bola ke sekolah-sekolah dan desa-desa. Berikan edukasi yang kuat tentang dampak buruk penyimpangan seksual dari sisi hukum maupun kesehatan,” desaknya.
Ia juga memastikan bahwa pihak legislatif akan mengawal ketat kebijakan dan langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah dalam menanggulangi isu ini.
Menutup keterangannya, politisi Demokrat ini menitipkan pesan khusus bagi seluruh kepala keluarga di Balangan. Ia menilai pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget adalah kunci utama membendung pengaruh negatif.
”Benteng pertahanan terakhir adalah keluarga. Saya minta para orang tua lebih waspada, awasi pergaulan anak dan konten apa yang mereka konsumsi di smartphone. Mari kita bersatu menjaga marwah Kabupaten Balangan agar tetap menjadi daerah yang religius dan bermartabat,” pungkasnya.











