Foto//Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi evakuasi warga yang terdampak banjir didesa juuh kecamatan tebing tinggi.
Balangan (KATAKUNCI) – Di tengah kepungan air cokelat yang merendam pemukiman, sebuah perahu karet perlahan membelah genangan di Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi. Bukan sekadar memantau dari kejauhan, Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, tampak terjun langsung, membasahi seragamnya hingga sepinggang orang dewasa demi memastikan keselamatan warga.
Pemandangan ini menjadi potret nyata dedikasi Polri saat bencana banjir melanda Kabupaten Balangan. Tanpa canggung, orang nomor satu di jajaran Polres Balangan ini ikut menarik tali perahu karet yang sarat dengan muatan: anak-anak dan kaum ibu yang harus segera diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Suasana tegang akibat air yang terus naik sedikit mencair saat perahu yang ditarik oleh Kapolres dan tim gabungan melintas. Anak-anak yang duduk di atas perahu tampak melambaikan tangan, beberapa bahkan tersenyum kecil meski rumah mereka terendam. Kapolres yang mengenakan pelampung oranye dan topi dinasnya sesekali memberikan instruksi dengan tenang, memastikan tidak ada warga yang tertinggal di dalam rumah yang rawan.
”Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Kami ingin memastikan setiap jiwa, terutama anak-anak dan lansia, berada di tempat yang kering dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujar salah Satrio satu petugas di lapangan menggambarkan semangat aksi tersebut.
Aksi evakuasi ini bukan kerja tunggal. Di samping Kapolres, terlihat personel TNI dengan seragam lorengnya serta relawan BPBD yang bahu-membahu menembus arus. Sinergi ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan di Balangan saat menghadapi ujian alam.
Desa Juuh yang berada di Kecamatan Tebing Tinggi memang menjadi salah satu titik yang terdampak cukup parah. Namun, kehadiran sosok pimpinan yang mau turun langsung ke air yang keruh memberikan pesan moral yang kuat bagi warga bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini.
Selain mengevakuasi warga, kehadiran Kapolres Balangan juga untuk memantau pendistribusian logistik. Beberapa warga terlihat mendekap tas bantuan sambil tetap berada di atas perahu evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, debit air masih dipantau secara ketat. Sementara itu, langkah kaki AKBP Yulianor Abdi yang terus menerjang banjir menjadi simbol bahwa di balik seragam dinas yang kaku, ada hati yang hangat dan siap sedia melayani masyarakat di situasi tersulit sekalipun.*











