BeritaEKONOMI

Pawai Takbiran HST Dimeriahkan Mobil dengan Replika Masjid Megah

Avatar
×

Pawai Takbiran HST Dimeriahkan Mobil dengan Replika Masjid Megah

Sebarkan artikel ini

Barabai ( KATAKUNCI ) – Pawai Takbiran Malam Lebaran Idul Fitri 1447 H di Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi lebih meriah dengan kemunculan tim Karamatul Muhsinin yang menampilkan wahana unik berbentuk replika masjid berdetail tinggi.

Acara yang digelar pada Jumat (20/3) malam di depan rumah jabatan Bupati HST mengikuti tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat sebagai bagian dari perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Ribuan warga datang menyaksikan paduan suara takbir yang merdu dan aneka ragam wahana kreatif yang menghiasi perhelatan keagamaan tersebut.

Karya unggulan dari Karamatul Muhsinin langsung mencuri perhatian hadirin. Mobil yang diubah menjadi replika masjid tidak hanya megah dalam bentuk, tetapi juga dipercantik dengan ornamen khas arsitektur masjid serta pencahayaan yang menarik perhatian dari kejauhan.

Detail halus pada kubah, menara, hingga ornamen tembok masjid menunjukkan ketelitian tinggi dalam pembuatannya.

Perwakilan tim, Barkatullah, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan dilakukan secara intensif selama lima hari lima malam berturut-turut.

Proses pembuatan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari atau ibadah rutin anggota tim, karena semua pekerjaan diselenggarakan setiap malam setelah menyelesaikan salat tarawih.

“Kami gotong royong sekitar 20 sampai 25 orang, dari anak-anak sampai orang dewasa, termasuk tukang bangunan,” ujar Barkatullah saat ditemui usai acara.

Kerjasama yang erat antar anggota tim menjadi kunci keberhasilan pembuatan wahana dalam waktu yang relatif singkat. Setiap individu berkontribusi sesuai keahliannya, mulai dari perancangan desain, pemilihan bahan, hingga tahap finishing yang memastikan setiap bagian tampil sempurna.

Ia mengaku merasa sangat bersyukur atas hasil akhir yang berhasil diraih oleh seluruh anggota tim. Menurutnya, setiap tetes keringat yang dikeluarkan selama proses pembuatan terbayar lunas dengan capaian yang mampu memberikan kesan mendalam bagi setiap orang yang menyaksikannya.

“Kami sangat bersyukur, hasil ini sangat memuaskan,” tambahnya dengan senyum bangga.

Pengalaman berharga yang diperoleh selama menyusun wahana membuat Barkatullah berharap bisa kembali berpartisipasi dalam kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang.

Ia juga mengajak masyarakat luas untuk terus melestarikan tradisi positif seperti pawai takbiran sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *