Barabai, ( KATAKUNCI ) – Polres Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus buka puasa bersama anak-anak dan pengurus Panti Asuhan Harapan Penyuluh Budi Barikin.
Kegiatan berlangsung di Aula Bhayangkara Polres HST pada Kamis (12/3/2026), di tengah suasana khidmat dan penuh berkah menjelang akhir sore. Acara yang dihadiri oleh personel polisi, pengurus panti, serta Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum KH. M. Asrsyad, menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai agama.
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon menyampaikan sambutan dan menyapa hadirin dengan hangat. “Sama-sama kita sayangi anak-anak dari Panti Asuhan Harapan Penyuluh Budi Barikin, Kecamatan Haruyan, beserta para pengurus,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan tahunan ini menjadi momen penting untuk merenung dan menyelaraskan perilaku dengan ajaran suci. Al-Qur’an sebagai petunjuk manusia mengajarkan kebenaran, keadilan, dan kasih sayang yang menjadi landasan dalam melayani, mengayomi, serta melindungi seluruh masyarakat Bumi Murakata.
“Kami menyadari bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan terwujud tanpa ketaatan kita kepada aturan, baik aturan agama maupun aturan hukum,” tambahnya dalam sambutan yang penuh makna.
Kapolres mengajak seluruh personel untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kerja dengan mengedepankan kejujuran dan amanah. Ia juga mendorong untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga keharmonisan wilayah, serta menolak hoaks dan perpecahan yang dapat mengganggu ketenangan ibadah di bulan Ramadhan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan kepedulian dan empati kepada sesama melalui berbagai bentuk amal sosial serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Akhir kata, ia berharap acara ini membawa berkah dan menjadikan HST tetap kondusif, aman, serta tentram.
Acara juga menghadirkan ceramah agama yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum KH. M. Arsyad dari Kecamatan Hantakan. Beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab utama yang diturunkan Tuhan, berasal dari 3.000 kitab yang pernah ada dan merangkum makna dari empat kitab utama sebelum akhirnya menjadi rujukan bagi umat.
“Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai makhluk nomor satu, karena alam semesta ada karena keberadaan Beliau,” ucap KH. M. Arsyad dalam paparannya. Ia menambahkan bahwa ayat pertama yang turun adalah Iqra’ dari surah Al-‘Alaq sebagai pelantikan Nabi, kemudian diikuti ayat dari surah Al-Muddaththir sebagai pelantikan Rasul setelah jeda waktu.
Makna Iqra’ bukan sekadar membaca secara harfiah, melainkan menjadi individu yang cerdas, mampu, dan memiliki wawasan ke depan. Para nabi terdahulu seperti Sulaiman dan Isa juga menjabarkan konsep serupa, namun intinya adalah mengakui Allah sebagai Sang Pencipta segala sesuatu. Manusia boleh berusaha, namun hasilnya tetap berada di tangan-Nya.
KH. M. Arsyad mengingatkan agar setiap hamba menyadari bahwa segala nikmat adalah anugerah yang tidak boleh membuat sombong. Manusia berasal dari zat yang lemah dan akan kembali ke alam kubur, sehingga seharusnya selalu memperbesar kebesaran Tuhan dan menghargai kedudukan sebagai makhluk yang telah dipermuliakan.
Sebagai penutup acara, Kapolres HST menyerahkan santunan kepada anak serta pengurus panti asuhan yang sama sebagai bentuk kepedulian dalam bulan suci.











