Barabai (KATAKUNCI) – Peringatan Haul Ke-45 Al Arif Billah Syekh Muhammad Ramli atau Wali Katum menarik puluhan ribu jemaah yang datang dengan keikhlasan untuk berdoa, mencari berkah, dan memperkuat tali silaturahmi.
Acara berlangsung pada Minggu (8/2/2026) di Desa Tabudarat Hilir, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Jemaah datang dari berbagai wilayah sekitar termasuk Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, dan Tabalong, bahkan beberapa dari daerah luar Kalsel yang mendengar kabar peringatan tahunan ini.
Kubah Wali Katum menjadi pusat berkumpulnya umat yang ingin menghormati sosok ulama yang wafat pada 24 Juni 1982 Masehi atau 29 Sya’ban 1402 Hijriah, pada usia sekitar 70 tahun. Nama “Katum” berasal dari bahasa Arab yang berarti tersembunyi, mencerminkan karomah beliau yang selalu rendah hati dan tidak menyombongkan kelebihan dirinya.
Rangkaian acara dimulai setelah salat Isya dengan serangkaian ibadah termasuk Maulid Habsyi, Tahlil, Pembacaan Nasyid, hingga doa haul yang dipimpin oleh putra almarhum Abah Guru Danau, bersama para habaib dan tokoh agama dari berbagai daerah. Setiap bagian acara diisi dengan khidmat dan kekhusyukan oleh seluruh peserta yang hadir.
Panitia dan relawan yang membantu menyelenggarakan acara bekerja sama dengan baik untuk memastikan kelancaran kegiatan. Mereka menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat ibadah, area parkir, serta air minum bagi jemaah yang datang dalam jumlah besar.
Semua pihak berharap peringatan tahunan ini dapat membawa berkah luas bagi seluruh masyarakat, baik yang hadir secara langsung maupun yang tidak bisa datang.
Kehadiran jemaah tercatat semakin banyak dibandingkan tahun sebelumnya, dengan sebagian besar mulai tiba sejak siang hari hingga malam hari. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti haul ini menunjukkan rasa cinta dan penghormatan yang mendalam terhadap sosok Wali Katum yang dianggap telah memberikan banyak manfaat bagi umat selama hidupnya.
Salah satu jemaah, Aina menyampaikan pengalaman pribadinya saat mengikuti acara. “Saya merasa tentram setiap mengikuti haul ini. Suasana kekhusyukan dan kebersamaan di sini sangat luar biasa,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Banyak jemaah lainnya juga mengaku merasakan kedamaian dan kehangatan ketika berada di lokasi peringatan haul.
Selain sebagai ajang doa bersama, peringatan Haul Ke-45 Wali Katum juga berfungsi sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarumat beragama dan antarwilayah. Banyak keluarga yang datang bersama-sama, membawa anak-anak untuk mengenalkan tradisi menghormati ulama dan wali-wali Allah sejak dini.
Tradisi haul yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade ini menjadi bagian penting dari budaya religius masyarakat HST dan sekitarnya. Acara ini tidak hanya memperingati kepergian seorang wali, tetapi juga mengingatkan umat akan pentingnya menjalankan ajaran agama dengan konsisten dan rendah hati.
Para tokoh agama yang memimpin acara juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan umat, membantu sesama yang membutuhkan, dan menjalankan amal shaleh sehari-hari. Pesan ini dianggap sebagai warisan dari Wali Katum yang dikenal selalu peduli terhadap kesusahan masyarakat sekitarnya.
Peringatan haul tahun ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh jemaah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan hubungan sosial.
Semua pihak berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ini agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang sebagai bagian dari identitas spiritual masyarakat Hulu Sungai Tengah.











