BALANGANBeritaDPRD BALANGAN

Ratusan peserta ikuti pameran benda pusaka di Balangan

Avatar
×

Ratusan peserta ikuti pameran benda pusaka di Balangan

Sebarkan artikel ini
Komunitas Pawasian Balangan usai menggelar pameran benda pusaka di Halaman Kantor Desa Paran, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalsel, Sabtu (14/2/2026). KATAKUNCI

Balangan (KATAKUNCI) – Ratusan peserta antusias mengikuti pameran benda pusaka yang dilaksanakan oleh Komunitas Pawasian Banua Sanggam di Halaman Kantor Desa Paran, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

“Kegiatan kita ini bertujuan untuk mengenalkan warisan budaya kita berupa benda pusaka kepada generasi-generasi muda, agar dapat selalu melestarikan peninggalan nenek moyang kita terdahulu,” ujar Anggota Pawasian Banua Sanggam Supiansyah di Balangan, Sabtu (14/2). 

Supiansyah menyebutkan pada kegiatan ini banyak sekali benda pusaka yang ditampilkan oleh para peserta, di antaranya adalah Klewang, Nabur, Parang, Belitung, Lais, Lubuk, keris berbagai macam, Mandau, Pisau Banjar hingga Raja Tumpang,

Supiansyah berharap kegiatan yang dilaksanakan oleh pihaknya tersebut bisa menjadi inspirasi sekaligus titik awal keterlibatan generasi muda dalam mengenali dan mencintai budaya daerah mereka sendiri.

Karena menurut Supi, melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak muda semakin peduli dan bangga terhadap budaya lokal agar dapat menjaga dan melestarikan warisan Banua.

Sementara Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan Saiful Arif, juga mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya lokal sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Banua.

Arif menegaskan kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pusaka leluhur yang dimiliki oleh Kabupaten Balangan.

Arif mengungkapkan pelestarian budaya bukan hanya soal menjaga sejarah masa lalu, melainkan juga merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas lokal yang harus diwariskan kepada generasi penerus.

Terakhir Politisi Demokrat menambahkan, menjaga budaya berarti merawat akar dan jati diri dan hal ini adalah warisan leluhur yang mencerminkan semangat dan karakter sebagai orang Banua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *