Foto //Humanis, sosok H Thamrin Sekwan Kabupaten Balangan(Istimewa)
Balangan. (KATAKUNCI) – Di sebuah ruangan yang tertata rapi di sudut gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, Kamis,(25/12/2025),kesibukan tampak tak pernah reda. Di tengah tumpukan berkas administrasi dan jadwal sidang yang padat, sosok pria dengan tutur kata tenang dan pembawaan bersahaja menyambut setiap tamu dengan senyum yang tulus. Ia adalah H. Tamrin, S.Ag, SE, M.AP., sang Sekretaris DPRD (Sekwan) yang menjadi “jangkar” stabilitas di rumah rakyat tersebut.
Bagi sebagian orang, jabatan Sekwan mungkin dianggap sebagai posisi administratif semata. Namun bagi Tamrin, posisi ini adalah sebuah seni diplomasi. Ia harus berdiri di titik tengah, menjadi pelayan administrasi bagi para wakil rakyat, sekaligus memastikan gerak langkah legislatif selaras dengan kebijakan eksekutif demi kemajuan Bumi Sanggam.
Perjalanan karier pria kelahiran 24 Desember 1973 ini adalah potret nyata seorang birokrat yang ditempa oleh lapangan. Jauh sebelum mengenakan lencana jabatan di Sekretariat Dewan, Tamrin telah merasakan dinginnya embun pagi dan hangatnya sapaan warga saat menjabat sebagai Camat Batumandi. Di sana, ia belajar bahwa kebijakan tidak hanya lahir di atas kertas, tetapi harus menyentuh realita kehidupan masyarakat.
Kematangannya semakin teruji ketika ia dipercaya menjadi Kabag Humas dan Protokoler Setda Balangan. Di posisi ini, ia adalah “wajah” dan “suara” pemerintah daerah. Kemampuan komunikasinya yang luwes, yang kini membuatnya sangat dicintai oleh rekan-rekan media, lahir dari pengalaman bertahun-tahun mengatur ritme informasi dan protokoler pimpinan daerah.
Tak hanya piawai dalam komunikasi, sisi intelektualitasnya pun tak perlu diragukan. Dengan menyandang tiga gelar akademik di bidang Agama (S.Ag), Ekonomi (SE), dan Administrasi Publik (M.AP), Tamrin menunjukkan bahwa seorang pelayan publik harus memiliki cakrawala berpikir yang luas untuk menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.
Jika di kantor ia adalah birokrat yang tegas dan terukur, maka di luar jam dinas, sisi humanisnya tumpah melalui Yayasan Al-Tamar Balangan. Sebagai Pembina, Tamrin mencurahkan energi dan pemikirannya untuk membangun fondasi masa depan melalui pendidikan dan aksi sosial.
Bagi Tamrin, membangun daerah tidak cukup hanya dengan aspal jalanan atau megahnya gedung pemerintahan.
Ada pembangunan manusia yang jauh lebih penting. Melalui Yayasan Al-Tamar, ia merawat harapan anak-anak muda dan mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan melalui berbagai kegiatan sosial. Ini adalah ruang di mana ia melepas atribut jabatannya dan hadir sebagai seorang hamba yang ingin menebar manfaat bagi sesama.
”Jabatan itu ada batasnya, namun amal jariyah dan manfaat yang kita berikan kepada orang lain adalah warisan yang abadi,” gumamnya dalam sebuah kesempatan, menggambarkan filosofi hidupnya yang mendalam.
Sebagai pejabat dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b), Tamrin tidak ingin Sekretariat DPRD terjebak dalam rutinitas yang kaku. Ia terus mendorong inovasi layanan agar setiap aspirasi masyarakat yang masuk melalui dewan dapat terproses dengan administrasi yang cepat dan transparan.
Kini, di usianya yang semakin matang, H. Tamrin terus melangkah. Ia bukan sekadar birokrat yang menjalankan tugas, melainkan seorang pengabdi yang memahami bahwa setiap tanda tangan dan kebijakan yang ia kawal memiliki dampak bagi ribuan warga Balangan.
Antara hiruk-pikuk sidang paripurna dan ketenangan kegiatan sosial di Yayasan Al-Tamar, H. Tamrin telah menemukan ritme hidupnya yakni sebuah harmoni antara profesionalitas kerja dan ketulusan hati untuk membangun tanah kelahiran.*











