Barabai (KATAKUNCI) – Perjalanan panjang Tim Ekspedisi Mama Deden dari Aing Muhut (Pondok Bagaringan) menuju Desa Juhu berlanjut hingga malam hari, Jum’at (21/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian ekspedisi yang dimulai setelah bermalam satu malam di Pondok Bagaringan, dengan rombongan dipimpin Bunda PAUD HST Deni Era Yulyantie (Mama Deden) yang kembali menantang jalur Pegunungan Meratus. Seluruh perjalanan dirancang untuk mencapai desa terpencil yang tidak dapat dijangkau kendaraan umum.
Memasuki kawasan tertinggi Meratus pada malam hari, tim disambut suasana hening yang hanya dipecah oleh suara binatang malam hutan tropis. Hujan yang membuat jalan licin, jalur menanjak yang menguras tenaga, dan turunan curam yang berbahaya memaksa semua anggota meningkatkan kewaspadaan.
Mama Deden mengakui perjalanan malam tidak mudah, namun semangat untuk menjangkau warga Juhu menjadi kekuatan utama. “Kami berjalan dengan penuh kehati-hatian. Jalan licin, naik turun, ditambah suasana malam yang hanya ditemani senter dan suara alam. Tapi tekad kami untuk membawa layanan kepada warga Juhu membuat semua tantangan ini terasa ringan,” ujarnya.
Meski medan berat, tim tetap kompak dan saling mendukung agar perjalanan aman. Setiap langkah diambil dengan hati-hati, dengan senter masing-masing menjadi panduan satu-satunya di tengah kegelapan hutan.
Rombongan akhirnya tiba di Desa Juhu pada pukul 10.30 WITA. Kegembiraan terpancar ketika dari kejauhan tampak cahaya senter tim pembuka di jembatan desa—sinyal bahwa tujuan hampir dicapai dan semangat kembali menyala penuh.
Ekspedisi ini bukti komitmen Pemkab HST dan relawan dalam membuka akses kemanusiaan ke pedalaman. Semangat dan ketulusan Mama Deden serta tim menjadi inspirasi bagi masyarakat HST dalam upaya pemerataan layanan hingga ke pelosok paling jauh.











