Foto//Wakil Bupati H Akhmad Fauzi
Balangan. (KATAKUNCI). – Wakil Bupati Balangan, H. Akhmad Fauzi, menegaskan komitmennya untuk berdiri di garis terdepan dalam mengawal instruksi Bupati H. Abdul Hadi terkait pencegahan paham LGBT. Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan upaya menjaga kesucian adat Banua dan tegaknya nilai-nilai Agama di Bumi Sanggam.
Fauzi menyatakan bahwa setiap langkah yang diambil pemerintah daerah adalah bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan generasi penerus tetap tumbuh di atas landasan kodrat yang luhur.
Bagi masyarakat Balangan, norma adat tidak bisa dipisahkan dari tuntunan agama. Akhmad Fauzi mengingatkan bahwa identitas orang Banua adalah identitas yang menjunjung tinggi etika dan kehormatan keluarga.
”Balangan adalah tanah yang religius. Kita memegang prinsip adat yang bersendikan syariat agama. Perilaku menyimpang bukan hanya asing bagi budaya kita, tetapi bertentangan langsung dengan muruah atau martabat Banua kita. Menjaga anak-anak dari paham ini adalah bagian dari menjaga kehormatan leluhur kita,” Trgas Fauzi kepada awak media, Kamis,(25/12/2025)
Sebagai tindak lanjut instruksi Bupati H. Abdul Hadi, Wabup Fauzi memastikan tidak ada celah dalam pengawasan. Ia meminta seluruh aparatur dari tingkat Kabupaten hingga Desa untuk menjadi “mata dan telinga” bagi perlindungan anak.
Wabup juga memberikan imbauan menyentuh kepada para orang tua. Ia menyarankan agar tradisi berkumpul dan mengaji di rumah kembali digalakkan sebagai metode proteksi paling ampuh.
”Jangan biarkan anak-anak kita lebih akrab dengan pengaruh dunia maya daripada dengan orang tuanya sendiri. Mari kita bentengi mereka dengan akidah yang lurus. Jika pondasi agamanya kuat, badai paham menyimpang apa pun tidak akan mampu menggoyahkan mereka,” tambahnya.
Akhmad Fauzi memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Balangan akan terus hadir memberikan pendampingan. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pengawalan terhadap instruksi Bupati ini akan dipantau secara berkala.
”Kami tidak akan berkompromi dengan hal-hal yang dapat merusak mental dan masa depan generasi muda Balangan. Ini adalah janji kami kepada masyarakat, untuk menjaga Balangan tetap kondusif, religius, dan bermartabat,” pungkasnya.*











