Barabai (KATAKUNCI) – Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Gusti Rosyadi Elmi meresmikan Klinik Pondok Pesantren Al-Muhajirin sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi para santri.
Acara peresmian fasilitas medis tersebut dipusatkan di Desa Pemangkih Seberang, Kecamatan Labuan Amas Utara, pada Rabu (21/1/2026).
Turut hadir mendampingi Wakil Bupati adalah Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PUPR, Camat setempat, serta jajaran pengasuh pondok pesantren.
Kehadiran klinik ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi komunitas pendidikan agama.
Program pembangunan sarana medis di lingkungan religi ini bertujuan menciptakan generasi muda yang tangguh secara jasmani dan rohani.
Gusti Rosyadi Elmi memberikan apresiasi tinggi atas terealisasinya fasilitas kesehatan yang dinilai strategis dalam mendukung pola hidup sehat.
“Kehadiran klinik ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pondok pesantren dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memutus hambatan jarak dan waktu bagi santri yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Pembangunan gedung klinik didukung penuh oleh dana hibah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten setempat.
Total anggaran sebesar Rp477.358.000,00 dialokasikan untuk pengerjaan fisik bangunan, perencanaan teknis, hingga pengawasan agar sesuai standar baku.
Pemerintah berkomitmen agar setiap rupiah dana hibah tersebut memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga di wilayah pinggiran.
Wakil Bupati menekankan pentingnya manajemen operasional yang profesional agar fasilitas medis ini tetap terawat dan berfungsi secara berkelanjutan.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin menyampaikan rasa syukur atas kepedulian pemerintah dalam memperhatikan aspek kesehatan di lingkungan pendidikan Islam.
“Dengan diresmikannya klinik ini, diharapkan dapat menunjang terciptanya lingkungan pesantren yang sehat dan produktif,” tambah pengasuh dalam sambutannya.
Prosesi peresmian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan pita sebagai tanda dimulainya pelayanan kesehatan bagi santri serta warga sekitar.











