Balangan (KATAKUNCI) – Di antara lorong-lorong RSUD Datu Kandang Haji yang ramai, di Rabu pagi (12/11/2025), duduklah Muhammad Ziki Alfafiji, 11 tahun. Ia tampak kecil, dengan mata yang menyimpan cerita panjang tentang masa kanak-kanak yang direnggut perlahan. Sejak usia empat tahun, kabut katarak mulai menyelimuti pandangan mata kirinya, memaksanya menepi dari keceriaan yang seharusnya ia nikmati.
Ziki, seharusnya sibuk dengan sepak bola dan sepeda. Namun, ia telah menghabiskan sebagian besar masa kanak-kanaknya dalam isolasi, di balik jendela rumahnya di Desa Hauwai, Kecamatan Halong. Sejak usia empat tahun, katarak telah merenggut kejelasan pandangannya
”Lebih banyak bermain di dalam rumah saat teman seusia asyik bermain bola dan sepeda,” kenang siswa Madrasah Ibtidayah di Halong ini, mengenang tahun-tahun yang ia habiskan hanya dengan mengandalkan imajinasi.
Bagi Ziki, dunia luar terasa seperti lukisan kabur. Lapangan hijau tempat teman-temannya berlari hanya tampak seperti bayangan samar. Keterbatasan ini membuat Ziki menarik diri, menukarkan tawa riang di luar rumah dengan kesendirian di dalam.
Ziki sempat mendapatkan operasi gratis untuk mata kirinya. Namun, perjuangannya belum selesai. Katarak seolah “enggan menyerah,” berpindah ke mata kanannya, kembali merenggut kejelasan pandang.
Katarak ganda ini nyaris memadamkan harapan Ziki untuk beraktivitas normal.
Ketika kesempatan kedua itu datang, melalui program Operasi Katarak Gratis “Satu Cahaya, Berjuta Cerita” yang diselenggarakan oleh Adaro Group dan Alamtri, Ziki tahu inilah momennya.
“Sudah lama saya ingin operasi dan akhirnya bisa ikut program operasi gratis ini,” ungkap Ziki dengan nada penuh asa, matanya memancarkan kerinduan yang mendalam akan kejelasan.
Di Balangan, Ziki menjadi salah satu dari 153 warga yang berhak mendapatkan layanan medis berstandar tinggi ini. Namun, baginya, angka 153 tidak berarti apa-apa. Yang berarti adalah kesempatan untuk mengintip dunia kembali, untuk melihat warna dengan akurat, dan yang paling penting, untuk bergabung kembali dengan teman-temannya.
Kisah Ziki menjadi wajah nyata dari komitmen PT Adaro Indonesia dan mitranya, PT Saptaindra Sejati (SIS) dan YABN, dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Seperti ditegaskan perwakilan SIS, Toni Sunardi, setiap penglihatan yang pulih adalah permulaan dari “berjuta cerita baru.” Untuk Ziki, cerita baru itu adalah janji untuk berlari bebas di lapangan, untuk membaca buku tanpa harus menyipitkan mata, dan untuk kembali menjadi anak-anak seutuhnya.
Program ini, yang telah berjalan konsisten sejak 2003 dan menerangi lebih dari 7.000 mata, bukanlah sekadar donasi medis. Ia adalah investasi pada kemandirian dan masa depan Ziki dan ribuan penerima manfaat lainnya.
Ketika tirai operasi dibuka, cahaya yang masuk ke mata Ziki bukan hanya cahaya fisik, tetapi juga cahaya harapan. Sebuah cahaya yang menjanjikan bahwa masa kanak-kanaknya yang hilang, kini memiliki kesempatan untuk direbut kembali.











