BeritaEKONOMI

Perajin Purun dan Eceng Gondok Desa Gulinggang studi tiru ke HSU

Avatar
×

Perajin Purun dan Eceng Gondok Desa Gulinggang studi tiru ke HSU

Sebarkan artikel ini

Balangan (KATAKUNCI) – Sejumlah perajin purun dan eceng gondok Desa Gulinggang, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, studi tiru ke Galeri Kembang Ilung di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) gunamenggali inspirasi kemandirian pasca pelatihan yang dilaksanakan pemerintahan desa setempat.

Ketua PKK Desa Gulinggang, Arbainah, mengatakan studi tiruini bentuk komitmen desa untuk mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin peserta tidak berhenti di pelatihan, tetapi mampumengembangkan keterampilan menjadi usaha produktif,” kata Arbainah di Balangan, Kamis (27/11).

Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu bertujuanmemperkuat motivasi dan semangat wirausaha masyarakat, khususnya peserta pelatihan yang tengah berupayamengembangkan potensi bahan alam lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.

Galeri Kembang Ilung sendiri dikenal sebagai salah satu sentrakerajinan unggulan di Kalimantan Selatan yang sukses mengangkat kearifan lokal melalui produk ramah lingkunganberbahan dasar purun dan eceng gondok.

Beragam produk seperti tas, tikar, tempat penyimpanan, dan aksesori rumah tangga menjadi bukti keberhasilan galeri tersebut dalam mengelola bahan alam menjadi produk berkualitas dan bernilai ekonomi.

Dalam kunjungan tersebut, peserta pengrajin dari Desa Gulinggang   disambut hangat pengelola galeri sekaligus berbagi pengalaman perjalanan usaha mereka sejak awal berdiri hingga berhasil menjangkau pasar yang lebih luas.

Melalui sesi diskusi dan demonstrasi, peserta memperolehpemahaman langsung mengenai tahapan produksi, mulai daripemilihan bahan baku, teknik pengeringan, pewarnaan alami, hingga pembentukan produk dengan desain modern namun tetap mempertahankan sentuhan tradisional.

Selain mempelajari proses produksi, peserta juga mendapatkan wawasan terkait strategi pemasaran dan pentingnya promosi dalam mengembangkan usaha kerajinan.

Pengelola galeri menekankan bahwa kualitas produk perludiimbangi dengan branding dan pemanfaatan media sosial, seperti Instagram dan Facebook, untuk menjangkau konsumen, terutama kalangan muda.

“Melihat langsung Galeri Kembang Ilung mengelola produkmereka membuat kami semakin yakin purun dan eceng gondok memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan kerja keras dan kreativitas, kami juga bisa seperti mereka,” kata Ayu, salah satu peserta studi tiru.

Selain berdiskusi, peserta juga berkesempatan mencoba secaralangsung membuat produk sederhana seperti sedotan purun dan sandal hotel dari eceng gondok.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Adaro Group melalui Balangan Coal, diharapkan menjadi langkah awal lahirnya wirausaha-wirausaha baru di Desa Gulinggang yang inovatif dan berdaya saing.

Dengan semangat gotong royong, kreativitas, serta dukungan berbagai pihak, masyarakat Desa Gulinggang optimistis produk berbasis purun dan eceng gondok dapat menjadi identitas ekonomi kreatif yang berkelanjutan di daerah mereka. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *