Barabai (KATAKUNCI) – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah meluncurkan tiga inovasi pelayanan administrasi kependudukan untuk mempermudah warga mengurus dokumen secara lebih cepat dan inklusif.
Peluncuran digelar dalam Apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati HST, Senin (3/8/2026). Kegiatan sekaligus menjadi bukti komitmen daerah menyederhanakan akses layanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.
Inovasi pertama bernama LEMANG, yaitu Layanan Online Administrasi Kependudukan Dalam Genggaman. Sistem ini memungkinkan warga mengurus berbagai keperluan dokumen kependudukan cukup melalui aplikasi Android di mana saja.
Kedua, inovasi BATULIS DILANTING memudahkan warga yang kehilangan dokumen penting. Warga cukup membuat surat keterangan kehilangan di kepolisian, lalu langsung dapat mencetak ulang dokumennya dalam satu layanan terpadu tanpa prosedur berbelit.
Ketiga, PADUKA RAJA menghadirkan pelayanan jemput bola khusus bagi warga binaan di Rutan Barabai. Langkah ini menjamin hak warga binaan tetap terpenuhi meski sedang menjalani masa pembinaan.
Ketiga terobosan ini dirancang agar pelayanan tidak hanya cepat, tetapi juga merata dan menjangkau kelompok yang selama ini sulit mengakses kantor pelayanan secara langsung.
Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menyatakan pelayanan administrasi kependudukan harus senantiasa menjawab kebutuhan masyarakat dengan cara yang lebih praktis dan tepat sasaran.
“Pelayanan administrasi kependudukan tidak hanya berorientasi pada kecepatan dan kemudahan, tetapi juga pada akurasi data, kepastian hukum, inklusivitas, serta perlindungan hak-hak sipil masyarakat,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kemudahan akses adalah hak setiap warga negara, dan pemerintah daerah berkewajiban mewujudkannya melalui terobosan yang praktis dan dapat diandalkan.
Selain peluncuran inovasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa turut menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba pemberdayaan masyarakat tingkat kabupaten. Penghargaan ini bentuk pengakuan atas karya dan inisiatif yang dibawa langsung oleh warga desa.
Prestasi yang diraih diharapkan menjadi pendorong semangat bagi desa-desa lain untuk terus berkreasi dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya masing-masing.
“Saya berharap apresiasi ini menjadi motivasi berkelanjutan bagi seluruh perangkat desa, kecamatan, serta pelaku pemberdayaan masyarakat untuk terus berinovasi dalam memajukan daerah,” harapnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kemajuan pelayanan publik berjalan beriringan dengan semangat pemberdayaan masyarakat yang tumbuh dari bawah.
Dengan ketiga inovasi tersebut, warga HST kini tidak hanya lebih mudah mengurus dokumen, tetapi juga merasakan langsung manfaat tata kelola pemerintahan yang responsif dan berpihak pada kepentingan rakyat.











