BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Satpol PP dan Damkar HST Himbau Warung Malam Tutup Sementara dalam Rangka Momen 5 Rajab

Avatar
×

Satpol PP dan Damkar HST Himbau Warung Malam Tutup Sementara dalam Rangka Momen 5 Rajab

Sebarkan artikel ini

Barabai (KATAKUNCI) – Himbauan diberikan untuk menghormati perayaan Haul Guru Sekumpul yang akan berlangsung di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di wilayah Kalimantan, khususnya yang mengikuti ajaran Guru Sekumpul.

Langkah ini diambil untuk mendukung terwujudnya suasana khidmat dan kondusif selama masa perjalanan serta ibadah jamaah.

Periode penutupan sementara warung malam ditetapkan mulai tanggal 25 hingga 29 Desember 2025, yang sejalan dengan tanggal 5 hingga 9 Rajab 1447 H. Surat resmi yang mengatur himbauan ini telah dikeluarkan oleh Kepala Satpol PP HST dengan nomor 300/467/POL PP & DAMKAR/2025, dengan perihal khusus terkait penghormatan terhadap momen bersejarah tersebut.

Kedua institusi juga menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya untuk menjaga ketertiban umum, tetapi juga sebagai bentuk rasa hormat terhadap nilai budaya dan keagamaan yang dijunjung tinggi masyarakat lokal.

Kepada seluruh pemilik dan penyewa warung malam di Kabupaten HST, pihak berwenang mengajak untuk patuh terhadap himbauan yang telah ditetapkan.

“Dalam rangka menghormati momen 5 Rajab (Haul Guru Sekumpul), Satpol PP dan Damkar HST menghimbau kepada pemilik dan penyewa warung malam untuk tidak beroperasi demi mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum,” ujar pihak terkait dalam surat resmi tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kemacetan lalu lintas serta menghindari terjadinya kerumunan yang berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas jamaah.

Wilayah jalan lingkar HST dan Jali menjadi fokus utama himbauan ini, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu jalur utama yang akan dilalui oleh jamaah yang datang dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Banyak dari mereka yang melakukan perjalanan jauh untuk menghadiri acara yang bertempat di Desa Sekumpul, Kabupaten Banjar.

Kondisi geografis HST yang menjadi perlintasan strategis membuat peran masyarakat lokal sangat penting dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Respon positif datang dari sebagian warga yang bermukim di sekitar wilayah tersebut.

”Sangat setuju dengan himbauan tersebut, terlebih wilayah HST ini salah satu wilayah yang akan dilalui jamaah yang datang dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk mengikuti kegiatan momen 5 Rajab di Sekumpul,” ucap salah satu warga.

Mereka menyampaikan bahwa langkah ini sesuai dengan harapan masyarakat yang menginginkan Kabupaten HST tetap menjaga citra sebagai daerah yang ramah dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Beberapa warga juga mengungkapkan kekhawatiran jika warung malam tetap beroperasi selama periode tersebut. Mereka mengasumsikan bahwa aktivitas usaha yang berlanjut dapat menyebabkan lonjakan pengunjung yang tidak terkontrol, bahkan diiringi harapan akan peningkatan pendapatan yang mungkin mengabaikan konteks momen penting tersebut.

Selain itu, keramaian yang berlebihan berpotensi menimbulkan gangguan bagi perjalanan jamaah serta mengganggu ketenangan lingkungan sekitar.

Penutupan sementara warung malam juga menjadi bagian dari upaya menjaga kehormatan Kabupaten HST, yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang sangat menghargai nilai-nilai agama dan budaya.

Masyarakat berharap agar “Bumi Murakata” tetap menjadi contoh daerah yang harmonis dan penuh rasa penghormatan, bukan malah menjadi perbincangan karena adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan suasana momen penting tersebut.

Langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjadi dasar kuat untuk kelancaran seluruh rangkaian acara Haul Guru Sekumpul tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *