Balangan (KATAKUNCI) – Dalam deretan nama pemimpin perbankan di Kalimantan Selatan, sosok Muhammad Rifani mencuat bukan karena kemewahan asal-usulnya, melainkan karena ketangguhan mimpinya. Lahir di Banjarmasin pada 19 Januari 1987, ia adalah bukti hidup bahwa garis tangan bisa diubah dengan kerja keras dan doa orang tua.
Di balik kesuksesan Rifani hari ini, ada nama Syarkawi dan Ismah, sepasang orang tua yang mengajarkannya arti integritas dari kesederhanaan. Ayahnya, Syarkawi, menghidupi keluarga sebagai seorang tukang ojek motor, sementara ibundanya, Ismah, membantu menopang ekonomi sebagai buruh cuci.
Dari deru mesin motor abahnya dan aroma sabun dari cucian pelanggan mamanya, Rifani belajar bahwa tidak ada pekerjaan yang rendah selama itu halal. Nilai-nilai perjuangan inilah yang membawanya terus melangkah, mulai dari menempuh pendidikan dasar di SDN Karang Mekar 4 hingga berhasil meraih gelar Magister Manajemen Sumber Daya Manusia pada tahun 2022.
Perjalanan karier Rifani tidak dimulai di ruangan ber-AC yang nyaman. Ia pernah merasakan kerasnya bekerja sebagai Night Audit di hotel dan menjadi Collector lapangan yang berhadapan langsung dengan teriknya matahari.
Dedikasinya mulai terpancar saat ia bergabung dengan Bank Kalsel pada tahun 2015. Selama bertahun-tahun di Paringin, ia melewati setiap anak tangga profesi:
Menjadi garda depan di bagian Pelayanan Nasabah, hingga dipercaya mengelola pemasaran sebagai Koordinator Pemasar UMK.
Setiap posisi ia jalani dengan semangat yang sama yakni ingin membanggakan kedua orang tuanya yang telah banting tulang demi pendidikannya.
Menyadari bahwa posisi ini bukanlah hasil kerja kerasnya semata, Rifani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.
”Pencapaian ini adalah buah dari doa tak putus kedua orang tua saya, dukungan penuh dari keluarga tercinta, serta semangat dari kawan-kawan dan rekan kerja seperjuangan. Tanpa bimbingan dan kolaborasi yang luar biasa dari seluruh rekan di Bank Kalsel dan lingkungan kerja, saya tidak akan sampai di titik ini. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan saya.”
Kini, sejarah baru tertulis. Berbekal sertifikasi manajemen risiko, kredit perbankan, hingga Sertifikasi Kompetensi Kerja Direktur BPR yang diraihnya pada tahun 2023, Muhammad Rifani kini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Utama Bank BPR Balangan.
Loncatan besar dari anak seorang tukang ojek dan buruh cuci menjadi orang nomor satu di sebuah institusi perbankan daerah adalah sebuah narasi indah tentang ketekunan. Rifani tidak hanya membawa tas berisi dokumen-dokumen penting ke kantornya, tapi ia membawa harapan bagi banyak anak muda di Balangan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk menjadi pemimpin.*











