BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Bima Cili pertahakan gelar juara lomba bagarakan sahur HST 2026

Avatar
×

Bima Cili pertahakan gelar juara lomba bagarakan sahur HST 2026

Sebarkan artikel ini

Barabai, ( KATAKUNCI ) – Kelompok Bima Cili berhasil meraih juara pertama Lomba Bagarakan Sahur se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tahun 2026 sekaligus mempertahankan gelar juara yang diraih pada tahun sebelumnya.

Pengumuman pemenang dilakukan pada Rabu malam (11/3/2026) setelah acara berlangsung di Taman Dwi Warna Barabai. Sebanyak 17 kelompok dari berbagai kecamatan mengikuti perlombaan yang menghadirkan unsur kreativitas dan nilai budaya Islami dalam setiap penampilan.

Hasil penilaian ditetapkan melalui Keputusan Dewan Juri Nomor 400.6/02/Tahun 2026 yang dikeluarkan pada hari yang sama di Barabai. Keputusan ini tidak dapat diganggu gugat dan menjadi dasar bagi panitia untuk memberikan penghargaan kepada seluruh pemenang.

Kelompok Bima Cili asal Barikin Kecamatan Haruyan meraih nilai tertinggi sebesar 753. Keberhasilan mereka menjadi bukti konsistensi dalam menghadirkan penampilan berkualitas yang menggabungkan tradisi lokal dengan sentuhan kreatif baru.

Di posisi kedua ditempati kelompok Atang dengan nilai 733, sementara kelompok Ancuan mengikuti di peringkat ketiga dengan nilai 721. Kelompok Bukat Berkarya dan Mr. Project masing-masing menempati peringkat keempat (716) dan kelima (714), serta Campalarija di peringkat keenam dengan nilai 712.

Selain juara umum, kategori khusus Penampil Terunik diraih oleh TP PKK Kabupaten HST. Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi inovasi dan keunikan konsep yang diterapkan dalam penampilan mereka.

Lomba dinilai secara objektif oleh tiga seniman dan budayawan ternama Kalimantan Selatan, yaitu Noviandi Saputra, Mukhlis Maman, dan Muhammad Rosi. Mereka menilai setiap peserta berdasarkan aspek kreativitas, kelengkapan unsur budaya Islami, serta kemampuan menyampaikan pesan yang sesuai tema acara.

Pengumuman hasil secara resmi dibacakan oleh Noviandi Saputra yang juga menyampaikan penilaian dewan juri terkait partisipasi peserta. “HST ini inklusif, ada pesertanya perempuan. Yang paling penting adalah membuktikan bahwa anak muda di Hulu Sungai Tengah itu kreatif,” ucapnya.

Menurutnya, seluruh peserta telah menunjukkan kemampuan yang melampaui ekspektasi dewan juri. “Semuanya menampilkan sesuatu yang di luar ekspektasi, terutama para dewan juri. Persaingannya sangat ketat. Luar biasa, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih berkembang lagi,” tambahnya.

Seluruh pemenang berhak menerima hadiah uang pembinaan, piala, dan sertifikat yang disediakan panitia pelaksana. Total hadiah yang disiapkan mencapai kurang lebih Rp15.000.000 dari anggaran Dokumen Pelaksanaan Anggaran Disporabudparekraf HST tahun 2026.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas generasi muda sekaligus melestarikan tradisi bagarakan sahur sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat HST. Panitia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas perlombaan pada tahun mendatang agar lebih banyak kalangan dapat berpartisipasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *