Paringin, (KATAKUNCI) – Semangat pemerataan literasi di pelosok Kabupaten Balangan kembali bergelora. Sejumlah buku bacaan dan alat tulis disalurkan untuk siswa-siswi di SD Kecil Ambatunin, Desa Uren, Sabtu (4/4/2026).
Misi yang diprakarsai Forum Gerakan Buku Meratus (GBM) ini melibatkan Mahasiswa Universitas Sapta Mandiri serta juga melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) dan BEM Universitas Ahmad Yani Banjarmasin.
Untuk menuju SD Ambatunin dari Desa Uren, setelah melintasi jalan Hauling milik PT Jhonlin Group yang mana itu adalah menjadi titik terakhir jalan yang dapat diakses menggunakan kendaraan roda 4, lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih dua jam, para relawan sampai di titik lokasi pada pukul 20.00 Wita.
Dihimpun dari data, siswa-siswi di SD Kecil Ambatunin berjumlah 13 orang yang terdiri dari berbagai jenjang usia, bahkan ada salah satu siswa kelas 6 bernama Lana yang saat ini berusia 20 tahun, masih bersemangat untuk melanjutkan pendidikan dan ingin menuntaskannya hingga ke jenjang Sekolah Menengah Atas.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SD Kecil Ambatunin, Lelu Dinata, dalam wawancaranya menceritakan bagaimana perjuangan tenaga pengajar untuk memberikan pendidikan untuk para murid di sekolah itu, dengan keterbatasan internet maupun sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan sekarang.
“Karena tidak ada akses komunikasi, jika kita sudah berjanji dengan para siswa akan masuk dan mengajar, maka apapun kondisinya harus tiba di lokasi,” ucapnya,
Menurutnya, mengajar siswa-siswi adalah sebagai tanggung jawab bagi mereka, bukan hanya sekadar pekerjaan sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) saja. Beratnya medan yang ditempuh adalah suatu pemantik motivasi baginya untuk mencerdaskan generasi penerus.
Dengan adanya aktivitas pertambangan yang tidak jauh dari sekolah itu, kata Lelu, para tenaga pendidik dan masyarakat berharap adanya perhatian dari pihak Perusahaan maupun Pemerintah setempat untuk setidaknya membangun Sarpras atau akses komunikasi guna memudahkan mereka baik itu dari segi pembelajaran maupun dalam hal bertukar informasi. (arl/why)











