BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Bekerja Bukan Hanya untuk Uang, Kunci Keberhasilan Transformasi Pendidikan

Avatar
×

Bekerja Bukan Hanya untuk Uang, Kunci Keberhasilan Transformasi Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Rian Octa Pratama saat memberikan pemaparan pada kegiatan Leading with trust teaching with impact di pendopo Bupati HST, Selasa (21/4/2026). KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Narasumber nasional Kandidat Dr. Rian Octa Pratama menekankan bahwa transformasi pendidikan harus mampu mengubah kualitas pembelajaran nyata di kelas, bukan sekadar menjalankan agenda rutin.

Pemaparan disampaikan pada kegiatan Leading with Trust, Teaching with Impact yang berlangsung Selasa (21/4/2026) pagi di Pendopo Bupati HST. Pria kelahiran Palangkaraya 1996 ini merupakan praktisi pendidikan yang pengalamannya melalang buana mulai dari ujung Sumatera hingga Papua.

Dalam paparannya, Rian Octa mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kondisi saat ini. Menurutnya, banyak sekolah memiliki segudang program, namun pertanyaan besarnya adalah apakah hal tersebut benar-benar memberikan dampak positif bagi siswa.

“Ukuran keberhasilan kita ini ada pada yang terjadi di murid. Banyak sekolah punya banyak program, tapi bagaimana dengan dampaknya?” ujar Rian Octa yang juga menjabat sebagai Chief Technology Officer di Lentera Reformasi Edukasi.

Ia mengakui tantangan yang dihadapi guru saat ini sangat berat, termasuk risiko kelelahan yang dapat mengurangi kualitas mengajar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan pengawas bukan sebagai auditor, melainkan pemimpin yang melayani tim dan mencari solusi bersama.

Lebih lanjut, Rian menegaskan bahwa keberhasilan tidak didapat dengan bekerja hanya demi uang atau kepentingan pribadi semata. Dua hal tersebut justru menjadi resep kegagalan. Sebaliknya, dedikasi untuk melayani dan tidak bersikap egois akan membawa kepercayaan dan penghormatan yang lebih besar.

“Saya tidak mau menambah beban Bapak/Ibu. Justru kita potong yang tidak penting. Cukup satu program unggulan yang difokuskan dengan benar, itu sudah cukup mengubah nasib sekolah,” jelasnya.

Materi yang disampaikan merupakan hasil penyempurnaan dari puluhan pelatihan yang pernah dilakukan di berbagai daerah, sehingga isinya sangat teruji dan aplikatif. Kegiatan ini disebut bukan pelatihan biasa, melainkan momentum kolektif bagi seluruh pemangku kebijakan dan praktisi pendidikan.

Di akhir sesi, Rian Octa menantang seluruh peserta untuk menentukan satu perubahan nyata yang bisa dilihat di kelas dalam tiga bulan ke depan. Ia berharap ilmu yang didapat tidak hanya menjadi inspirasi sesaat, namun mampu dieksekusi menjadi perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Penulis: Muhammad RamliEditor: Fitri M Hidayatullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *