Foto//pintu masuk Istana Anak yatim Balangan dipasang pagar pengaman
Balangan. (KATAKUNCI). – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) mengambil tindakan tegas untuk mengamankan aset daerah. Sebuah pagar pengaman kini resmi terpasang kokoh, menutup pintu masuk bangunan Istana Anak Yatim di Paringin.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Lokasi yang seharusnya menjadi simbol kepedulian sosial ini dilaporkan sering disalahgunakan oleh oknum pemuda sebagai tempat berkumpul untuk aktivitas negatif yang meresahkan warga.
Kepala Dinas PUPR Perkim Balangan, Hj. Rahmadiah, Jum’at (08/05/2029), menyampaikan bahwa pemasangan pagar ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
”Kami tidak ingin aset yang dibangun dengan dana rakyat ini justru menjadi wadah hal-hal yang tidak bermanfaat. Pemasangan pagar ini adalah upaya fisik untuk memastikan area benar-benar steril,” ujar Rahmadiah saat dikonfirmasi.
Selain memasang barikade fisik, Dinas PUPR Perkim juga memperkuat koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan material bangunan dan aset yang ada di dalam lokasi selama masa konstruksi dan pemeliharaan.
Pengamanan bangunan ini tidak hanya berhenti di Istana Anak Yatim. Rahmadiah mengungkapkan bahwa pihaknya akan menerapkan standar pengamanan serupa di berbagai titik proyek pembangunan strategis lainnya di seluruh wilayah Balangan.
”Kami lakukan bertahap detiap lokasi proyek yang masih berjalan dan akan kita perketat aksesnya. Selain untuk mempermudah pengawasan, ini juga demi keselamatan masyarakat agar tidak sembarangan masuk ke area konstruksi,” tambahnya.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Balangan dapat berjalan lancar tanpa gangguan sosial, sekaligus memastikan manfaat bangunan nantinya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.











