Banjarmasin (KATAKUNCI) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Borneo Nusantara genap berusia empat tahun pada 1 Juni 2026. Momentum hari jadi tersebut ditandai dengan ekspansi layanan bantuan hukum melalui pembukaan cabang baru di Palangkaraya, Sampit dan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Sejak berdiri pada 1 Juni 2022, LBH Borneo Nusantara hadir dengan komitmen memperluas akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun geografis.
Selama empat tahun perjalanan, lembaga tersebut telah memberikan ribuan layanan konsultasi hukum, pendampingan perkara, penyuluhan hukum, serta berbagai kegiatan advokasi masyarakat di Kalimantan dan sejumlah wilayah lainnya.
Pendiri & sekaligus Ketua Yayasan Edukasi Hukum Indonesia (YEHI) Dr. Muhamad Pazri, S.H., M.H., mengatakan bahwa bantuan hukum harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.
Ke depan, kami ingin memastikan bahwa keadilan tidak hanya hadir bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial. Keadilan harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pelosok desa dan daerah yang selama ini sulit mendapatkan pendampingan hukum yang profesional,ujarnya.
Menurut Pazri, pengembangan organisasi merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk memperluas akses keadilan. Selain kantor pusat di Banjarmasin dan Cabang Banjarbaru–Martapura yang telah lebih dahulu beroperasi, tahun ini LBH Borneo Nusantara resmi membuka layanan di Kalimantan Tengah.
Pembukaan cabang di Palangka Raya, Sampit, dan Pangkalan Bun merupakan bagian dari visi besar kami untuk memperluas akses keadilan di Kalimantan. Kehadiran cabang baru ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan hukum dan mempercepat respons terhadap berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat, katanya.
Ia menambahkan, bantuan hukum tidak hanya berkaitan dengan pendampingan perkara di pengadilan, tetapi juga mencakup peningkatan kesadaran hukum masyarakat, perlindungan hak-hak warga negara, serta penguatan nilai demokrasi dan keadilan sosial.
LBH Borneo Nusantara, lanjutnya, akan terus bertransformasi menjadi lembaga bantuan hukum yang modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui penguatan layanan konsultasi hukum digital, penyuluhan hukum berbasis masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sementara itu, Direktur Utama LBH Borneo Nusantara, Matrasul, S.H., M.H., menyampaikan bahwa usia empat tahun menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat langkah organisasi ke depan.
Empat tahun perjalanan LBH Borneo Nusantara merupakan bukti bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat tidak pernah surut. Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat yang selama ini menjadikan LBH BN sebagai tempat memperoleh konsultasi, pendampingan, dan advokasi hukum. Kepercayaan tersebut menjadi amanah yang harus terus kami jaga dengan profesionalitas, integritas, dan pelayanan yang berkualitas, ujarnya.
Menurut Matrasul, pembukaan cabang baru di Kalimantan Tengah merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan bantuan hukum kepada masyarakat.
Kami berharap kehadiran LBH BN di Palangka Raya, Sampit, dan Pangkalan Bun dapat semakin mendekatkan akses keadilan kepada masyarakat. Ini bukan hanya ekspansi kelembagaan, tetapi bentuk nyata komitmen kami agar masyarakat dapat memperoleh bantuan hukum yang cepat, mudah, dan terjangkau, katanya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan LBH BN akan terus memperkuat kapasitas advokat, paralegal, dan sistem pelayanan hukum berbasis teknologi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Di sisi lain, Direktur LBH BN Banjarbaru–Martapura, Ahmadi, S.H., M.H., mengapresiasi perjalanan empat tahun LBH Borneo Nusantara yang dinilai konsisten memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
LBH BN telah membuktikan dirinya sebagai lembaga yang konsisten hadir bersama masyarakat. Kami di Banjarbaru dan Martapura merasakan langsung bagaimana kebutuhan masyarakat terhadap layanan bantuan hukum terus meningkat. Karena itu, keberadaan LBH BN harus terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan perlindungan dan pendampingan hukum, ujarnya.
Ahmadi berharap momentum HUT ke-4 menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi dan penguatan organisasi di seluruh cabang.
Saya berharap LBH BN terus berkembang menjadi lembaga bantuan hukum yang terdepan, profesional, dan dipercaya masyarakat. Dengan dibukanya cabang baru di Kalimantan Tengah, saya optimistis jaringan pelayanan hukum LBH BN akan semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak pencari keadilan, katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus, advokat, paralegal, relawan, dan mitra kerja untuk terus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.
Empat tahun adalah awal dari perjalanan panjang. Semoga LBH BN terus menjadi rumah perjuangan bagi masyarakat, memperjuangkan hak-hak hukum warga, serta menjadi pelopor gerakan bantuan hukum yang berintegritas dan berkeadilan di Indonesia, tutupnya.
Empat Tahun Mengabdi, Menebar Harapan, Menghadirkan Keadilan. Dari Banjarmasin untuk Kalimantan, dari Kalimantan untuk Indonesia. (Tim)











