Keberhasilan Kabupaten Balangan menyabet penghargaan Terbaik 1 Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan bukan sekadar prestasi di atas kertas. Pencapaian ini adalah sinyal kuat lahirnya era baru tata kelola pemerintahan yang bersih, modern, dan yang paling pentingterbuka bagi rakyatnya.
Langkah Pemkab Balangan yang membuka lebar-lebar pintu informasi anggaran layak diacungi jempol. Di tengah skeptisisme publik terhadap pengelolaan uang negara, Balangan justru berani mendobrak sekat tersebut dengan mengoptimalkan dua senjata digitalnya: LPSE dan PPID.
Melalui situs LPSE (lpse.balangankab.go.id), masyarakat kini tidak lagi menjadi penonton pasif. Siapa pun bisa mengaudit secara mandiri dari mana aliran dana proyek berasal, berapa nilai pagunya, hingga siapa yang memenangkan tender. Ini adalah langkah preventif yang cerdas untuk membunuh praktik “kongkalikong” sejak dalam pikiran.
Sementara itu, PPID hadir sebagai perpustakaan data yang ramah, menghapus birokrasi berbelit saat warga ingin mengetahui dokumen resmi dan laporan keuangan daerah.
Catatan Penting Transparansi bukan berarti menelanjangi dapur pemerintah, melainkan membangun kepercayaan. Ketika rakyat tahu ke mana setiap rupiah pajaknya mengalir, rasa kepemilikan dan mendukung pembangunan daerah akan tumbuh secara alami.
Komitmen Pemkab Balangan ini membawa angin segar bagi iklim demokrasi di Kalimantan Selatan. Penilaian tinggi pada indikator transparansi keuangan dalam IPKD lalu membuktikan bahwa pelibatan publik sebagai fungsi pengawas bukan sekadar jargon politik, melainkan aksi nyata.
Kita tentu berharap langkah progresif dari Kabupaten Balangan yang juga diinisiasi bersama Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan dapat menular ke daerah-daerah lain di Banua. Sudah saatnya transparansi real-time seperti ini menjadi standar baru, bukan lagi sebuah pengecualian.
Dengan sistem yang akuntabel, program pembangunan tidak hanya akan berjalan tepat sasaran, tetapi juga akan membawa kesejahteraan yang hakiki bagi seluruh masyarakat Balangan.*











