Barabai (KATAKUNCI) – Putra Taras FC 65 harus mengakui keunggulan FC Mantuyan setelah bersaing ketat hingga ditentukan melalui drama adu penalti pada pertandingan hari ke-16 turnamen Bupati HST Cup 2026.
Pertandingan berlangsung sengit pada Senin (22/6/2026) di Stadion Murakata, Barabai. Laga ini mempertemukan wakil dari Kecamatan Labuan Amas Utara, Putra Taras FC 65, melawan perwakilan Kecamatan Halong, Balangan, FC Mantuyan. Wasit Zaenal Muttaqin dipercaya memimpin jalannya pertandingan yang berdurasi dua kali 30 menit tersebut.
Babak pertama berjalan alot dan kedua tim harus turun ke ruang ganti dengan skor masih imbang tanpa gol. Kedua kubu saling mengunci pertahanan sehingga peluang emas sulit tercipta.
Memasuki babak kedua, tensi permainan meningkat drastis. Gol pertama baru tercipta saat serangan dari sudut pertahanan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Ahmad Rizki Fauzi yang melepaskan tembakan keras ke gawang lawan pada menit ke-32.
Tertinggal satu gol tidak membuat mental FC Mantuyan jatuh. Justru mereka terus menekan dan berhasil menyamakan kedudukan melalui M. Sahril di menit ke-45. Pemain ini memanfaatkan umpan terobosan yang matang untuk menyelesaikan bola dengan dingin menjadi gol penyeimbang.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Karena sistem turnamen menuntut adanya pemenang, pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak penalti untuk menentukan siapa yang berhak melangkah lebih jauh.
Pada sesi adu penalti, ketenangan menjadi kunci utama. Putra Taras FC 65 berhasil mencetak tiga gol dari tendangan nomor punggung 4, 18, dan 14, sementara dua tendangan lainnya gagal.
Sementara itu, FC Mantuyan tampil lebih efektif dan mental baja. Mereka berhasil mencetak empat gol dari eksekusi pemain bernomor punggung 25, 73, 37, dan 46. Hanya satu tendangan yang gagal dieksekusi, sehingga skor akhir 4-3 untuk keunggulan FC Mantuyan.
Selain adu goli, pertandingan ini juga diwarnai dengan sejumlah pelanggaran. Kartu kuning pertama dikeluarkan pada menit ke-14 untuk Diva Ariyanto dan M. Zainuddin, diikuti Indra R.H dan Gazali Rahman di menit 15 dan 23.
Di babak kedua, sanksi serupa kembali diberikan kepada Ahmad Rafie, M. Rizki Rifani, serta Sonando yang membuat catatan pelanggaran bertambah seiring meningkatnya emosi permainan.
Usai laga, Ardiy Yansyah, penjaga gawang FC Mantuyan, mengakui bahwa lawan yang dihadapi hari ini memiliki kualitas yang sangat baik dari sektor serang maupun pertahanan.
“Permainan bagus, tim musuh cukup bagus. Dari segi menyerang bertahan,” ujar Ardiy singkat namun menegaskan kualitas lawan yang dihadapi.
Sementara itu, Manajer FC Mantuyan, Sukri, mengaku timnya sempat kewalahan dan kedodoran mengawal pergerakan lawan yang berkelas. Ia menegaskan bahwa persiapan menuju fase selanjutnya akan diperkeras dengan fokus pada stamina, konsentrasi, dan komunikasi tim yang lebih baik.
“Kami ingin berharap menang lagi. Hari ini kan kami sudah menciptakan situasi yang menegangkan, alhamdulillah kami bisa menyamakan skor dan menang adu penalti,” ungkap Sukri yang juga merahasiakan strategi khusus untuk pertandingan mendatang.
Kemenangan ini membawa FC Mantuyan melenggang ke babak 32 besar. Di putaran tersebut, mereka akan berhadapan dengan tim tangguh Buluan FC A yang sebelumnya menang telak 9-0 atas Planet United. Pertandingan seru ini dijadwalkan akan digelar pada 1 Juli 2026 mendatang.











