Barabai (KATAKUNCI) – Wisata air Pulau Kajung di Desa Karatau yang baru dibuka warga kini telah mencatat korban jiwa setelah seorang anak perempuan pelajar kelas lima sekolah dasar tenggelam dan meninggal dunia.
Peristiwa berlangsung pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 17.11 WITA di sungai Desa Karatau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Kasi Kedaruratan BPBD HST, Fitriadinnor, melaporkan identitas korban bernama Rahmuna Githa Hanania, berusia 10 tahun, warga Rutas Desa Kayu Bawang, Kecamatan Barabai, siswi kelas V SDN 1 Kayu Bawang.
Kronologi kejadian bermula saat korban bersama lima temannya mandi di sungai menggunakan ban dalam sebagai pelampung. Saat berada di tengah air, korban terjatuh dari ban dalam.
Diketahui korban belum bisa berenang. Teman-temannya yang ada di sekitar segera berusaha menolong, namun tidak sempat menjangkaunya sebelum tubuh korban tenggelam dan hilang di permukaan air.
Karena tidak dapat menolong sendiri, teman-temannya segera berlari meminta bantuan kepada warga desa yang berada di sekitar lokasi wisata.
Petugas TRC BPBD dan Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 17.26 WITA. Warga telah membawa korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis.
Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.38 WITA. Jenazah kemudian tiba di rumah duka pukul 18.15 WITA untuk disemayamkan.
Lokasi wisata air Pulau Kajung baru saja dibuka secara mandiri oleh warga setempat beberapa waktu lalu dan kini menjadi tempat rekreasi yang dikunjungi banyak orang.
Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Jupri JHP Tampubolon, menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa Rahmuna Githa Hanania.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Kapolres.
Ia juga mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berwisata di lokasi alam yang belum memiliki pengawasan resmi dan fasilitas keselamatan lengkap.
“Saya mengingatkan, jangan membiarkan anak-anak mandi atau bermain di sungai tanpa pendampingan orang dewasa. Arus air yang terlihat tenang pun bisa berubah dengan cepat dan membahayakan nyawa,” tegasnya.
Kapolres meminta warga yang mengelola lokasi wisata mandiri segera melengkapi tanda peringatan, alat keselamatan, dan petugas pengawas agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.











