BeritaHUKUM

Penyelidikan Kecelakaan Maut di Barabai Berlanjut, Polisi Dalami Dugaan Sopir Dipengaruhi Alkohol atau Obat

Avatar
×

Penyelidikan Kecelakaan Maut di Barabai Berlanjut, Polisi Dalami Dugaan Sopir Dipengaruhi Alkohol atau Obat

Sebarkan artikel ini
Anggota Satlantas Polres HST, dan Dirlantas Polda Kalsellkikan penyidikan terhadap kecelakaan maut di Barabai. KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Penyelidikan kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang di Jalan Lingkar Barabai, tepatnya di perempatan Desa Banua Jingah, Kecamatan Barabai, terus berkembang dengan melibatkan tim dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Tim dari Subdit Gakkum Ditlantas Polda Kalsel bersama Satlantas Polres Hulu Sungai Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil pikap hitam bernomor polisi DA 8516 LI yang dikemudikan RN melaju dari arah Walangsi menuju Kapar. Kendaraan tersebut mengangkut barang pindahan rumah serta seorang penumpang berinisial CI.

Setibanya di lokasi kejadian, mobil diduga kehilangan kendali hingga oleng ke sisi kiri jalan sebelum menghantam sebuah warung kopi yang saat itu dipenuhi sejumlah warga.

Benturan keras mengakibatkan tiga korban berinisial MM, DV, dan MH mengalami luka parah. Ketiganya sempat mendapat penanganan medis di RSUD H. Damanhuri Barabai, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

Selain korban meninggal, DN mengalami luka berat dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, AS menderita luka ringan. Pengemudi RN mengalami memar pada kaki kiri, sedangkan penumpangnya, CI, mengalami memar pada tangan dan kaki kiri.

Petugas kepolisian masih mengumpulkan berbagai barang bukti, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan analisis teknis terhadap kondisi kendaraan dan lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan secara objektif.

Kasat Lantas Polres HST, Iptu Saiful Fakri, mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung, termasuk mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang memengaruhi pengemudi sebelum kecelakaan terjadi.

“Proses penyelidikan masih terus berlanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, sesuai arahan pimpinan, penyidik juga mendalami apakah pengemudi mengemudikan kendaraan dalam pengaruh minuman beralkohol maupun obat-obatan terlarang. Dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya unsur tersebut, kasus ini berpotensi berkembang ke ranah pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu, seluruh proses pembuktian dilakukan secara menyeluruh dan berdasarkan alat bukti yang sah.

“Intinya pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan intensif. Hasilnya akan segera disampaikan,” tutup Iptu Saiful Fakri.

Polres Hulu Sungai Tengah mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Kepolisian memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan dan sesuai prosedur guna memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *