BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Bupati HST Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksi Turun Rp296 Miliar

Avatar
×

Bupati HST Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksi Turun Rp296 Miliar

Sebarkan artikel ini
Bupati HST ( berdiri di podium) sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027. KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengajukan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dengan proyeksi penurunan pendapatan daerah sebesar Rp296,06 miliar dibandingkan APBD 2026.

Penyampaian dokumen tersebut dilakukan Bupati HST Samsul Rizal dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Gedung DPRD HST Lantai II, Barabai, Kamis (9/7/2026).

Agenda itu menjadi tahapan awal penyusunan APBD 2027 sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Bupati menegaskan penyusunan KUA dan PPAS dilakukan dengan mengedepankan sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Seluruh alokasi anggaran disusun berdasarkan target kinerja pelayanan publik, kebutuhan masyarakat, serta prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RKPD Tahun 2027.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pemenuhan pelayanan dasar, pelaksanaan urusan pemerintahan wajib, pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta sasaran pembangunan daerah.

Karena itu, setiap perangkat daerah diminta menyusun program secara selektif sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.

Pada sisi pendapatan, Pemkab HST memproyeksikan total pendapatan daerah tahun 2027 sebesar Rp1,46 triliun. Nilai tersebut turun Rp296,06 miliar dibandingkan target APBD Tahun 2026 yang dipengaruhi menurunnya sejumlah komponen penerimaan daerah.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan mencapai Rp259,14 miliar atau meningkat tipis sekitar Rp125 juta dari target tahun sebelumnya.

Sementara itu, dana transfer dari pemerintah pusat diperkirakan sebesar Rp1,07 triliun, sedangkan pendapatan transfer antar daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah juga mengalami penyesuaian mengikuti proyeksi kemampuan fiskal.

Di sisi belanja, Pemerintah Kabupaten HST merancang pagu belanja sebesar Rp1,90 triliun atau berkurang Rp308,31 miliar dibandingkan APBD Tahun 2026. Anggaran tersebut terdiri atas belanja operasi Rp1,48 triliun, belanja modal Rp216,04 miliar, belanja tidak terduga Rp10 miliar, serta belanja transfer Rp196,97 miliar.

Bupati mengakui struktur belanja daerah masih didominasi belanja operasi sehingga ruang fiskal untuk pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur, masih relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus lebih cermat menentukan program yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat.

“Tema pembangunan tahun 2027 adalah Penguatan Daya Saing SDM dan Perekonomian Daerah yang Inklusif dan Berkesinambungan, serta Tata Kelola Pemerintahan yang Berakhlak,” ujar Samsul Rizal.

Tema tersebut diterjemahkan ke dalam tiga fokus utama pembangunan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan perekonomian daerah yang inklusif, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berintegritas. Ketiga prioritas itu diharapkan menjadi landasan pembangunan HST sepanjang 2027.

Dalam rancangan tersebut, pemerintah juga memproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp450,5 miliar akibat selisih antara pendapatan Rp1,46 triliun dan belanja Rp1,90 triliun. Defisit itu direncanakan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya, sementara pengeluaran pembiayaan sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal daerah.

Bupati berharap pembahasan bersama DPRD dapat berlangsung lancar sehingga nota kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 dapat disahkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Kami berharap seluruh masukan dan saran dari DPRD dapat menyempurnakan dokumen ini sehingga menjadi dasar penyusunan APBD yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *