BALANGAN (KATAKUNCI) – Pemerintah Kabupaten Balangan Kamis (25/6/2026) bersama unsur masyarakat kembali menghidupkan salah satu warisan budaya lokal yang sarat akan nilai kebersamaan, yaitu tradisi “Bagagap Iwak” (menangkap ikan dengan tangan kosong atau alat tradisional). Agenda tahunan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di salah satu kawasan perairan umum yang telah dipersiapkan oleh panitia. Ribuan warga dari berbagai penjuru desa tampak tumpah ruah, bersatu padu dalam kegembiraan untuk berburu ikan sekaligus merayakan kekayaan potensi perikanan yang melimpah di Bumi Sanggam.
Tradisi adat yang sempat meredup ini sengaja dikemas kembali secara apik sebagai media efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga lintas generasi. Penyelenggaraan Bagagap Iwak tidak sekadar menjadi panggung hiburan rakyat, melainkan simbol gotong royong yang menjadi identitas asli masyarakat Banjar. Melalui momentum ini, sekat-sekat sosial di tengah komunitas seolah melebur seiring dengan tawa dan sorak-sorai keseruan warga saat berebut menangkap ikan di tengah lumpur.
Antusiasme peserta yang hadir tidak hanya didominasi oleh kalangan orang dewasa atau orang tua, tetapi juga memikat perhatian anak-anak serta remaja setempat. Keterlibatan generasi muda dalam agenda budaya ini dinilai sangat strategis demi menjamin keberlangsungan estafet kearifan lokal agar tidak tergerus oleh zaman. Bagi mereka, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana cara masyarakat terdahulu berinteraksi dengan alam secara arif dan penuh rasa syukur.
Di sisi lain, jajaran pimpinan daerah yang berhadir memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pelestarian budaya ini yang dinilai memiliki efek domino positif. Selain aspek kultural, tradisi Bagagap Iwak terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian mikro di sekitar lokasi acara melalui geliat para pedagang kuliner dan UMKM lokal. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung dan mengagendakan kegiatan serupa sebagai bagian dari kalender wisata andalan di Kabupaten Balangan.
Pihak panitia pelaksana menjelaskan bahwa persiapan sarana penunjang, termasuk pelepasan bibit ikan jenis lokal dalam jumlah besar, telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh peserta yang berpartisipasi mendapatkan kesempatan yang sama untuk membawa pulang hasil tangkapan. Selain itu, panitia juga menerapkan aturan yang ramah lingkungan guna memastikan bahwa area perairan yang digunakan tetap terjaga kelestariannya pasca-acara berakhir.
Kegiatan ini juga disisipi dengan pesan edukasi penting mengenai kampanye gemar makan ikan demi pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting di tingkat desa. Hasil tangkapan ikan yang diperoleh warga diharapkan dapat diolah menjadi hidangan sehat yang kaya akan protein bagi anak-anak. Dengan demikian, kemeriahan pesta rakyat ini secara tidak langsung ikut menyokong program strategis pemerintah dalam mewujudkan generasi muda Balangan yang sehat, cerdas, dan aktif.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian keseruan tradisi Bagagap Iwak ini diakhiri dengan rasa kepuasan dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah para warga. Kebersamaan yang tercipta sepanjang hari itu menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk membangun daerah secara harmonis. Keberhasilan acara ini mempertegas komitmen kolektif warga Kabupaten Balangan untuk terus menjaga, merawat, dan membanggakan identitas budaya leluhur di tengah arus modernisasi.(arl)











