BeritaHUKUM

Sore di Birayang Timur Berubah Mencekam, Tiga Rumah Dilalap Api

Avatar
×

Sore di Birayang Timur Berubah Mencekam, Tiga Rumah Dilalap Api

Sebarkan artikel ini
Anggota pemadam kebakaran di bantu oleh masyarakat berupaya memadamkan api kebakaran yang melanda pemukiman warga di Birayang Timur. KATAKUNCI / Facebook

Barabai (KATAKUNCI) – Sore yang semula berlangsung biasa di Desa Birayang Timur, HST, mendadak berubah mencekam setelah api melalap tiga rumah warga.

Kebakaran terjadi Senin (14/9/2026) sekitar pukul 15.30 Wita di Jalan Kesatrian, RT 004/RW 002, Desa Birayang Timur, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menyambar bangunan di kawasan permukiman tersebut. Sebagian rumah yang terbakar berbahan kayu sehingga api mudah menghanguskan bangunan.

Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya membantu menyelamatkan barang-barang milik penghuni, sembari mengantisipasi agar kobaran tidak merambat ke bangunan lain.

Tiga rumah akhirnya tak terselamatkan. Bangunan semi permanen milik Mariani yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa terbakar 100 persen, termasuk dokumen penting.

Rumah kayu milik Ahmad Fauzi juga habis dilalap api. Bangunan yang ditempati satu kepala keluarga dengan satu jiwa tersebut terbakar seluruhnya dan dokumen miliknya turut hangus.

Nasib serupa dialami rumah kayu milik ahli waris Rusdiah yang ditempati Nur Imanullah bersama keluarganya. Bangunan tersebut terbakar 100 persen, namun dokumen penghuni berhasil diselamatkan.

Meski kerugian material cukup besar, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Tiga keluarga kini harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan sejumlah harta benda akibat kebakaran.

Penanganan melibatkan unsur gabungan, mulai dari BPK/PMK HST Balakar 654, Tagana, TNI, Polri, PLN, relawan, aparat desa hingga masyarakat setempat. Mereka bersama-sama melakukan pemadaman dan memastikan api tidak kembali menyala.

Setelah berjibaku di lokasi, petugas akhirnya berhasil memadamkan api hingga 100 persen. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD HST melalui Kasi Kedaruratan, Fitriadinnor, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh unsur yang berada di lapangan. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan kondisi instalasi listrik, kompor, dan sumber api sebelum meninggalkan rumah,” ujarnya.

Fitriadinnor juga mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Menurutnya, kecepatan informasi dan respons awal sangat penting untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran di Birayang Timur masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Besaran kerugian material juga masih dalam proses pendataan.

Di lokasi kejadian, tiga bangunan yang sebelumnya menjadi tempat berlindung keluarga kini menyisakan puing dan barang-barang yang terbakar. Bagi para penghuni, musibah tersebut bukan hanya kehilangan bangunan, tetapi juga menjadi awal dari perjuangan untuk kembali menata kehidupan setelah rumah mereka dilalap api dalam hitungan waktu.

Penulis: Muhammad RamliEditor: Fitri MH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *