Jakarta (KATAKUNCI) – PT Adaro Indonesia meraih Gold Winner dalam ajang Green Mining Innovation Challenge (Greenovation) 2026. Bersaing dengan kurang lebih 70 tim perwakilan perusahaan di Indonesia, Adaro meraih penghargaan tersebut dalam kategori Optimasi Bauran Energi & Efisiensi Operasional Tambang yang digelar di Jakarta International Expo, Jumat (11/9).
Melansir laman resmi Greenovation, ajang ini merupakan kompetisi untuk merancang solusi inovatif yang dapat mempercepat transisi menuju operasi tambang rendah karbon secara praktis dan berdampak.
Adaro tampil dengan perwakilan N-ZERO Squad yang terdiri dari Hari Nukta Ramadani (Mine Project Supervisor), Putra Zelly Nugraha (Project Development Engineer), serta Rizqi Narendra Utomo (Mine Dewatering Planning Engineer). Tim tersebut mengusung inovasi sistem grid elektrifikasi dewatering pumps atau pompa air tambang elektrik yang fleksibel karena mudah dipindahkan dan mampu menjangkau area tambang sulit, seperti bottom pit.
Inovasi yang disebut MINEGRID FLEX ini menggunakan gardu listrik portabel atau Compact Subtation (CSS) yang dilengkapi skid base dan kabel yang fleksibel, sehingga saat lokasi pompa harus dipindahkan, jaringan listrik dapat ikut dipindahkan dengan lebih cepat tanpa selalu membutuhkan crane dan lowboy. Pengembangan inovasi tersebut telah berlangsung sejak 2019 dan kini telah mencapai desain generasi ketujuh.
Penerapan inovasi tersebut mampu meningkatkan transisi energi listrik pada pompa dewatering tambang dan menurunkan emisi hingga 99 ribu ton CO₂e per Tahun nya. “Sebelumnya seluruh pompa kita pakai diesel, jadi emisi yang di-reduce itu emisi pembakaran solar pompa diesel,” ujar Hari Nukta, salah satu anggota N-ZERO Squad.
Sampai 2025, penerapan MINEGRID FLEX membuat penggunaan listrik untuk pompa tambang meningkat signifikan. Hal ini ditandai dengan bertambahnya panjang jaringan listrik dari 35 km menjadi 87 km, jumlah CSS dari 13 menjadi 77 unit, serta pompa elektrik dari 33 menjadi 174 unit.
“Elektrifikasi area sump juga sudah mencapai 89%,” tambahnya.
Ke depan, MINEGRID FLEX akan dikembangkan melalui integrasi dengan PLTS Apung dan Battery Energy Storage System (BESS) yang sedang dikaji untuk dipasang di Danau Pembelajaran Model Pasca Tambang Paringin Utara PT Adaro Indonesia.
“Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun sistem kelistrikan tambang yang lebih andal, hijau dan berkelanjutan,” tutup Hari Nukta. (Rilis)











