BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Antrean BBM di SPBU Timbuk Bahalang HST Mulai Berkurang, Pengelola Perketat Pengawasan

Avatar
×

Antrean BBM di SPBU Timbuk Bahalang HST Mulai Berkurang, Pengelola Perketat Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Antrean di SPBU Timbuk Bahalang HST, KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Antrean kendaraan di SPBU Timbuk Bahalang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mulai berkurang setelah kondisi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) berangsur kondusif dalam sepekan terakhir.

Pengelola SPBU Timbuk Bahalang, Slamet, mengatakan kondisi tersebut mulai terlihat sejak sepekan yang lalu. Antrean kendaraan yang sebelumnya mengular kini berangsur terkendali sehingga aktivitas pengisian BBM berjalan lebih lancar.

Menurutnya, pengurangan antrean tidak terlepas dari pengaturan pembelian BBM serta pengawasan terhadap kendaraan yang mengisi berulang kali. Pengelola juga terus mengingatkan masyarakat agar mematuhi ketentuan yang berlaku.

Slamet menjelaskan, pembelian BBM dibatasi maksimal lima liter untuk sepeda motor dan 40 liter untuk mobil. Ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga pemerataan distribusi agar masyarakat tetap mendapatkan bahan bakar.

“Kalau sepeda motor memang sulit dikendalikan karena jatah pengisiannya hanya lima liter. Sudah kami ingatkan agar tidak bolak-balik mengisi,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).

Ia mengakui, pengawasan terhadap sepeda motor yang melakukan pengisian berulang kali menjadi salah satu tantangan di lapangan. Meski sudah diberikan teguran, masih ada pengendara yang kembali mengantre untuk membeli BBM.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas SPBU terus memantau kendaraan yang melakukan pengisian berulang. Jika ditemukan pembelian yang tidak sesuai ketentuan, pengelola akan memberikan peringatan agar tidak mengulangi tindakan tersebut.

Selain pengawasan internal, pengelola juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga ketertiban antrean. Kehadiran petugas kepolisian membantu mengantisipasi potensi keributan maupun praktik menyerobot antrean yang dapat mengganggu pelayanan.

“Kalau ada yang menyerobot atau tidak tertib, kami minta bantuan Polsek untuk mengatur. Sebab, kalau kami yang menegur langsung, terkadang bisa berbenturan dengan masyarakat,” katanya.

Slamet menyebutkan, kepolisian beberapa kali melakukan pemantauan, bahkan terkadang hampir setiap hari, bergantung pada kegiatan patroli. Pengawasan tersebut dinilai membantu menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia menambahkan, pengelola SPBU tetap mengikuti ketentuan perusahaan terkait jumlah BBM yang dapat disalurkan kepada konsumen. Penambahan jatah pengisian tidak bisa dilakukan secara sepihak karena harus mempertimbangkan ketersediaan stok dan aturan distribusi.

Di tengah keterbatasan tersebut, pengelola berupaya memberikan pelayanan yang merata kepada masyarakat. Kendaraan yang membutuhkan BBM untuk keperluan mendesak juga menjadi perhatian, dengan tetap mempertimbangkan ketentuan yang berlaku.

Salah satu kelompok yang mendapat perhatian adalah pedagang sayur keliling. Pengelola berupaya membantu mereka agar dapat memperoleh BBM tanpa harus terlalu lama mengantre, mengingat bahan bakar diperlukan untuk menunjang aktivitas berjualan.

“Kalau tukang sayur, kami bantu karena mereka harus segera berangkat berjualan. Kasihan kalau terlalu lama mengantre,” ungkap Slamet.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi antrean di SPBU Timbuk Bahalang kini tidak lagi sepanjang sebelumnya. Jika dahulu kendaraan dapat mengular hingga mendekati kawasan permukiman, saat ini antrean cenderung lebih pendek dan terkendali.

Meski situasi mulai membaik, pengelola berharap masyarakat tetap mematuhi aturan pembelian BBM dan menjaga ketertiban selama mengantre. Kerja sama antara petugas, kepolisian, dan konsumen dinilai penting untuk mempertahankan kelancaran penyaluran BBM di SPBU Timbuk Bahalang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *